Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nur Iman Mlangi didirikan sebagai wujud ikhtiar kolektif para ulama, pengasuh pondok pesantren, dan tokoh masyarakat Mlangi dalam menjawab kebutuhan akan lembaga pendidikan formal yang tetap berpijak kuat pada nilai dan tradisi pesantren.
Pelopor pendirian MTs Nur Iman Mlangi adalah Yayasan Nur Iman Mlangi yang diketuai oleh Dr. KH. Tamyis Mukharom, M.A., bersama para pengasuh pondok pesantren yang berada di wilayah Mlangi, Gamping, Sleman. Dalam proses perintisan pendirian dan pengelolaan awal madrasah, K.H. Rifqi Aziz Maksum memberikan amanah kepada Ahmad Faozi sebagai penanggung jawab teknis pendirian dan operasional madrasah.
MTs Nur Iman Mlangi mulai menerima santri pada Tahun Ajaran 2015/2016 dengan jumlah santri angkatan pertama sebanyak 33 santri, dan secara resmi memperoleh izin operasional pada tanggal 23 Mei 2016. Sejak awal berdirinya, madrasah ini dirancang sebagai madrasah berbasis pesantren yang mengintegrasikan sistem pendidikan nasional dengan tradisi keilmuan dan pembinaan karakter khas pesantren.
Keberadaan MTs Nur Iman Mlangi memperkuat ekosistem pendidikan Islam di Mlangi yang telah lama dikenal sebagai kawasan pesantren dan pusat dakwah Islam Nusantara.
MTs Nur Iman Mlangi berakar pada sejarah panjang pendidikan Islam di Dusun Mlangi yang dirintis oleh Kyai Nur Iman (RM Sandiyo) pada abad ke-18. Kyai Nur Iman dikenal sebagai pendiri Dusun Mlangi sekaligus ulama pertama yang mengembangkan pendidikan pesantren di wilayah tersebut. Warisan keilmuan, adab, dan spiritualitas yang beliau tanamkan menjadi fondasi utama lahirnya lembaga-lembaga pendidikan Islam di Mlangi, termasuk MTs Nur Iman Mlangi.
Secara filosofis, pendidikan di MTs Nur Iman Mlangi berpijak pada pandangan tentang hakikat manusia (insan) sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki dua unsur utama, yaitu jasmani (jismiyah) dan rohani (ruhaniyah), serta lima dimensi utama, yaitu jasad, akal, hati, ruh, dan nafsu.
Pendidikan dipahami sebagai proses integral untuk mengembangkan seluruh dimensi tersebut secara seimbang, sehingga melahirkan manusia yang sehat jasmani, cerdas akal, bersih hati, kuat spiritualitas, dan mampu mengendalikan nafsu dalam bingkai nilai-nilai Islam.
Secara ideologis, MTs Nur Iman Mlangi berlandaskan pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, yang menekankan prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil). Ideologi ini menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum, pembinaan karakter, tata kelola madrasah, serta interaksi sosial seluruh warga madrasah.
MTs Nur Iman Mlangi memiliki karakter khas sebagai madrasah berbasis pesantren multi-pondok, yaitu madrasah yang santrinya berasal dari berbagai pondok pesantren yang tergabung dan bersinergi dalam satu ekosistem pendidikan.
Karakter tersebut tercermin dalam:
Model multi-pondok ini menjadikan MTs Nur Iman Mlangi sebagai ruang temu berbagai kultur pesantren yang disatukan oleh visi pendidikan Islam yang moderat dan berkarakter.
Nama Madrasah : Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nur Iman Mlangi
Alamat Madrasah
Jalan Pathok Negoro No. 09, Dusun Mlangi
Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Penyelenggara : Yayasan Nur Iman Mlangi
Kepala Madrasah : Ahmad Faozi, S.Psi., M.Pd.
MTs Nur Iman Mlangi memiliki sejumlah keunggulan dan ciri khas, antara lain:
Sebagai identitas kelembagaan, MTs Nur Iman Mlangi mengusung branding “Madrasah Santri Istimewa”, yang dimaknai sebagai madrasah yang:
Branding ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen institusional yang diwujudkan dalam seluruh kebijakan akademik, sistem pembelajaran, pembinaan santri, serta budaya kerja warga madrasah.