Yogyakarta, PERGUNU DIY — Konferensi Wilayah (Konferwil) III PW PERGUNU DIY masa khidmat 2026–2031 resmi menetapkan kepengurusan baru. Dalam forum tertinggi organisasi guru Nahdlatul Ulama tingkat wilayah tersebut, Dr. H. Fauzan Styanegara, S.Pd.I., M.Ag., terpilih sebagai Ketua PW PERGUNU DIY, sementara Ahmad Faozi, S.Psi., M.Pd., dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris.
Konferwil yang digelar di Yogyakarta ini dihadiri oleh jajaran pengurus cabang PERGUNU se-DIY, unsur pengurus wilayah Nahdlatul Ulama, para kepala madrasah dan sekolah, serta ratusan guru Nahdliyin. Forum berlangsung dalam suasana khidmat, penuh semangat musyawarah dan kekeluargaan, mencerminkan tradisi organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Dalam sidang pleno yang dipimpin oleh pimpinan sidang tetap, peserta secara mufakat menetapkan Dr. Fauzan sebagai ketua terpilih. Selanjutnya, forum juga menyepakati Ahmad Faozi sebagai Sekretaris PW PERGUNU DIY untuk mendampingi kepemimpinan lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua terpilih Dr. Fauzan menegaskan bahwa PERGUNU harus tampil sebagai rumah besar perjuangan guru-guru Nahdlatul Ulama.
“PERGUNU harus menjadi wadah penguatan kompetensi, advokasi kesejahteraan, dan penjaga ideologi Aswaja dalam dunia pendidikan. Kita ingin guru-guru Nahdliyin tidak hanya profesional secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai dan tradisi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan kebijakan pendidikan nasional, transformasi digital, serta kolaborasi lintas lembaga pendidikan berbasis NU di DIY.
Terpilihnya Ahmad Faozi sebagai Sekretaris menjadi perhatian tersendiri. Selain aktif di organisasi, ia dikenal sebagai Kepala MTs Nur Iman Mlangi di Kabupaten Sleman, sebuah madrasah berbasis pesantren yang berkembang dalam penguatan karakter santri dan integrasi nilai-nilai ke-NU-an dalam sistem pembelajaran.
Di bawah kepemimpinannya, MTs Nur Iman Mlangi terus mendorong peningkatan mutu akademik, pembinaan adab dan akhlak santri, serta penguatan manajemen madrasah yang profesional dan partisipatif. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam mengelola administrasi dan program strategis tingkat wilayah.
Dalam keterangannya, Ahmad Faozi menyampaikan bahwa Konferwil bukan sekadar forum pemilihan, melainkan momentum konsolidasi besar bagi guru-guru Nahdliyin.
“Ini adalah peneguhan khidmah kita bersama. PERGUNU harus hadir memberikan solusi, memperkuat solidaritas guru, dan memastikan nilai Aswaja tetap menjadi ruh pendidikan di madrasah dan sekolah,” ujarnya.
Sebagai Sekretaris, ia akan bertanggung jawab atas penguatan sistem administrasi organisasi, konsolidasi program kerja cabang, serta penyusunan agenda strategis lima tahunan yang terukur dan berkelanjutan.
Selain menetapkan ketua dan sekretaris, Konferwil III PW PERGUNU DIY juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya:
Forum ditutup dengan doa bersama dan komitmen pengurus terpilih untuk menjalankan amanah secara profesional, amanah, dan penuh tanggung jawab.
Dengan kepemimpinan baru ini, PW PERGUNU DIY diharapkan semakin solid, progresif, dan istiqamah dalam mengawal perjuangan guru serta membangun pendidikan Islam yang berakar pada tradisi, namun adaptif terhadap perkembangan zaman di Daerah Istimewa Yogyakarta.
(Irfan)