<?xml version="1.0"?>
<oembed><version>1.0</version><provider_name>MTS NUR IMAN MLANGI</provider_name><provider_url>https://mtsnuriman.sch.id</provider_url><author_name>MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta</author_name><author_url>https://mtsnuriman.sch.id/index.php/author/mts-nur-iman-mlangi/</author_url><title>Kenali Berbagai Ancaman di Dunia Digital - MTS NUR IMAN MLANGI</title><type>rich</type><width>600</width><height>338</height><html>&lt;blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="IMgTeZauOL"&gt;&lt;a href="https://mtsnuriman.sch.id/index.php/2023/09/16/kenali-berbagai-ancaman-di-dunia-digital/"&gt;Kenali Berbagai Ancaman di Dunia Digital&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;iframe sandbox="allow-scripts" security="restricted" src="https://mtsnuriman.sch.id/index.php/2023/09/16/kenali-berbagai-ancaman-di-dunia-digital/embed/#?secret=IMgTeZauOL" width="600" height="338" title="&#x201C;Kenali Berbagai Ancaman di Dunia Digital&#x201D; &#x2014; MTS NUR IMAN MLANGI" data-secret="IMgTeZauOL" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" class="wp-embedded-content"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;
/* &lt;![CDATA[ */
/*! This file is auto-generated */
!function(d,l){"use strict";l.querySelector&amp;&amp;d.addEventListener&amp;&amp;"undefined"!=typeof URL&amp;&amp;(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&amp;&amp;!/[^a-zA-Z0-9]/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret="'+t.secret+'"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret="'+t.secret+'"]'),c=new RegExp("^https?:$","i"),i=0;i&lt;o.length;i++)o[i].style.display="none";for(i=0;i&lt;a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&amp;&amp;(s.removeAttribute("style"),"height"===t.message?(1e3&lt;(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r&lt;200&amp;&amp;(r=200),s.height=r):"link"===t.message&amp;&amp;(r=new URL(s.getAttribute("src")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&amp;&amp;n.host===r.host&amp;&amp;l.activeElement===s&amp;&amp;(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener("message",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener("DOMContentLoaded",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll("iframe.wp-embedded-content"),r=0;r&lt;s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute("data-secret"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+="#?secret="+t,e.setAttribute("data-secret",t)),e.contentWindow.postMessage({message:"ready",secret:t},"*")},!1)))}(window,document);
//# sourceURL=https://mtsnuriman.sch.id/wp-includes/js/wp-embed.min.js
/* ]]&gt; */
&lt;/script&gt;
</html><thumbnail_url>https://mtsnuriman.sch.id/wp-content/uploads/2023/09/1607-20210828132813249-1.jpg</thumbnail_url><thumbnail_width>1280</thumbnail_width><thumbnail_height>720</thumbnail_height><description>Kebumen&#xA0;&#x2013; Konsep penggunaan internet atau mengakses dunia online haruslah secara bijak dan sesuai dengan etika atau norma yang berlaku, yakni tanpa membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Para pengguna pun harus memahami apa saja yang menjadi ancaman di dunia digital. Founder ATSoft Technology Mujiantok mengungkapkan beberapa hal yang bisa menjadi ancaman digital, yakni identitas yang terlihat seperti nama akun platform media sosial, diskripsi pengguna, maupun identitas lain. Kemudian data pribadi umum, berupa nama, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama, tanggal lahir, pekerjaan, alamat rumah dan nomor telepon. Lalu, identitas yang tidak terlihat meliputi password, data kesehatan, biometrik, genetika, keuangan, repreferensi seksual, pandangan politik, data keluarga dan lainnya. Data-data tersebut bisa menjadi celah bagi orang-orang yang tak bertanggung jawab di ruang digital untuk melakukan kejahatan. &#x201C;Ancaman di ruang digital sendiri meliputi phising, malware, dan konten negatif,&#x201D; katanya dalam webinar literasi digital dengan tema &#x201D;Tips &amp; Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital&#x201D; yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo bagi warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis (23/9/2021). Mujiantok mengatakan, phising merupakan kejahatan dunia digital yang menggunakan email palsu atau tersamar sebagai senjata utamanya. Adapun tujuan phising adalah untuk mengelabui korban agar percaya bahwa pesan tersebut merupakan suatu yang mereka butuhkan. Kemudian untuk malware, merupakan [&hellip;]</description></oembed>
