{"id":466,"date":"2025-03-02T01:15:31","date_gmt":"2025-03-02T01:15:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/?p=466"},"modified":"2025-03-02T08:16:50","modified_gmt":"2025-03-02T08:16:50","slug":"menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/","title":{"rendered":"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Oleh: Ahmad Faozi, S.Psi., M.Pd.<\/strong><br><em>Sekretaris PW PERGUNU DIY<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tarawih 20 Rakaat Berasal dari Ijma\u2019 Sahabat, Bukan Bid\u2019ah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Islam, bid\u2019ah yang tercela adalah sesuatu yang tidak memiliki dasar dalam syariat dan bertentangan dengan ajaran Rasulullah \ufdfa serta para sahabatnya. Namun, praktik Tarawih 20 rakaat justru memiliki dasar yang kuat dari sahabat dan diterima oleh generasi berikutnya tanpa penolakan, sehingga tidak termasuk bid\u2019ah yang dilarang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dalil dari Hadis Nabi \ufdfa<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Wajib atas kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa\u2019 Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku.&#8221; (HR. Abu Dawud No. 4607, Tirmidzi No. 2676).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena Umar bin Khattab r.a. menetapkan 20 rakaat, dan para sahabat menerimanya, maka ini termasuk sunnah yang harus diikuti.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jika Tarawih 20 Rakaat Dianggap Bid\u2019ah, Maka Tarawih Itu Sendiri Juga Bid\u2019ah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian kelompok menyatakan bahwa shalat Tarawih harus 8 rakaat karena Rasulullah \ufdfa hanya melakukan shalat malam dalam jumlah tersebut. Namun, perlu dipahami bahwa:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Shalat Tarawih berjamaah dalam jumlah tertentu baru ditetapkan di zaman Umar bin Khattab r.a.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika Tarawih 20 rakaat dianggap bid\u2019ah karena tidak dilakukan langsung oleh Rasulullah \ufdfa, maka shalat Tarawih berjamaah juga harus dianggap bid\u2019ah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenapa?<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Rasulullah \ufdfa tidak pernah menentukan jumlah rakaat Tarawih dalam satu bulan penuh.<\/li>\n\n\n\n<li>Rasulullah \ufdfa pernah shalat malam berjamaah selama 3 malam di masjid, lalu berhenti karena khawatir dianggap wajib oleh umatnya. (HR. Bukhari No. 924, Muslim No. 761).<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah itu, tidak ada ketetapan dari Nabi \ufdfa bahwa shalat Tarawih harus dilakukan secara berjamaah atau dengan jumlah tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Tarawih 20 rakaat disebut bid\u2019ah, maka shalat Tarawih sendiri juga harus dianggap bid\u2019ah, karena tidak pernah dilakukan secara rutin oleh Rasulullah \ufdfa dalam bentuk yang kita kenal sekarang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dalil dari Umar bin Khattab r.a. tentang Tarawih 20 Rakaat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak riwayat menyebutkan bahwa Umar bin Khattab r.a. menetapkan shalat Tarawih berjamaah sebanyak 20 rakaat, dan tidak ada sahabat yang menolaknya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dalil dari Imam Malik dalam Al-Muwaththa\u2019<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dari Yazid bin Ruman, ia berkata: Dahulu manusia pada zaman Umar bin Khattab shalat sebanyak 23 rakaat di bulan Ramadhan.&#8221; (Al-Muwaththa\u2019, Hadis No. 250).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dalil dari Imam Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dari As-Saib bin Yazid, ia berkata: &#8216;Di zaman Umar bin Khattab, mereka melaksanakan shalat Tarawih sebanyak 20 rakaat.'&#8221; (Sunan Al-Kubra, Imam Baihaqi, Juz 2, Hal. 496).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ini adalah bid\u2019ah, seharusnya ada sahabat yang menolaknya. Namun, seluruh sahabat menerima dan meneruskan praktik ini, menunjukkan bahwa ini adalah bagian dari sunnah yang berkembang, bukan bid\u2019ah yang tercela.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dalil Analogi yang Menguatkan Tarawih 20 Rakaat<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jika Tarawih 20 rakaat bid\u2019ah, maka Mushaf Al-Qur\u2019an Utsmani juga harus dianggap bid\u2019ah. Rasulullah \ufdfa tidak pernah membukukan Al-Qur\u2019an dalam satu mushaf, tetapi Khalifah Abu Bakar dan Utsman melakukannya demi kemaslahatan umat.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika Tarawih 20 rakaat bid\u2019ah, maka azan kedua shalat Jumat juga bid\u2019ah. Pada zaman Rasulullah \ufdfa, azan Jumat hanya satu kali, tetapi Khalifah Utsman bin Affan menambahkan azan kedua.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika Tarawih 20 rakaat bid\u2019ah, maka shalat Tarawih berjamaah juga bid\u2019ah. Rasulullah \ufdfa tidak menetapkan jumlah rakaat tertentu dan tidak selalu melaksanakannya berjamaah.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika Tarawih 20 rakaat bid\u2019ah, maka kodifikasi ilmu hadis juga bid\u2019ah. Hadis baru dibukukan setelah generasi sahabat dan tabi\u2019in demi menjaga kemurnian ajaran Islam.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena semua hal ini diterima dalam Islam, maka Tarawih 20 rakaat pun tidak bisa disebut bid\u2019ah, karena berasal dari ijma\u2019 sahabat dan memiliki maslahat bagi umat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pandangan Ulama NU tentang Shalat Tarawih 20 Rakaat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama (NU), shalat Tarawih 20 rakaat adalah pendapat yang dipegang berdasarkan ijma\u2019 sahabat dan ulama mazhab Syafi\u2019i.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pendapat Ulama NU<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>KH. Hasyim Asy\u2019ari dalam Risalah Ahlussunnah wal Jama\u2019ah menyatakan:<br>&#8220;Tarawih 20 rakaat adalah ijma\u2019 sahabat yang diteruskan oleh para ulama, dan wajib kita ikuti sebagai bagian dari Sunnah Khulafa\u2019 Ar-Rasyidin.&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li>KH. Maimun Zubair dalam kitabnya menyebutkan:<br>&#8220;Tarawih bukan hanya tentang jumlah rakaat, tetapi juga bagaimana kita mengikuti tradisi para sahabat yang telah disepakati.&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li>KH. Ali Maksum (Krapyak) dalam Hujjah Ahlussunnah menjelaskan:<br>&#8220;Orang yang menuduh Tarawih 20 rakaat sebagai bid\u2019ah berarti telah menentang kesepakatan para sahabat dan ulama setelahnya.&#8221;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Shalat Tarawih 20 rakaat bukan bid\u2019ah, tetapi bagian dari sunnah sahabat yang harus diikuti.<\/li>\n\n\n\n<li>Menolak Tarawih 20 rakaat tetapi tetap menerima Tarawih berjamaah adalah sikap yang tidak konsisten.<\/li>\n\n\n\n<li>Tarawih 20 rakaat memiliki dasar dari Umar bin Khattab r.a., diterima oleh para sahabat, dan diikuti oleh ulama sejak dulu hingga kini.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, menjalankan shalat Tarawih 20 rakaat adalah bagian dari Sunnah Khulafa\u2019 Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk, sebagaimana diperintahkan oleh Rasulullah \ufdfa untuk diikuti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Ahmad Faozi, S.Psi., M.Pd.Sekretaris PW PERGUNU DIY Tarawih 20 Rakaat Berasal dari Ijma\u2019 Sahabat, Bukan Bid\u2019ah Dalam Islam, bid\u2019ah yang tercela adalah sesuatu yang tidak memiliki dasar dalam syariat dan bertentangan dengan ajaran Rasulullah \ufdfa serta para sahabatnya. Namun, praktik Tarawih 20 rakaat justru memiliki dasar yang kuat dari sahabat dan diterima oleh generasi berikutnya tanpa penolakan, sehingga tidak termasuk bid\u2019ah yang dilarang. Dalil dari Hadis Nabi \ufdfa &#8220;Wajib atas kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa\u2019 Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku.&#8221; (HR. Abu Dawud No. 4607, Tirmidzi No. 2676). Karena Umar bin Khattab r.a. menetapkan 20 rakaat, dan para sahabat menerimanya, maka ini termasuk sunnah yang harus diikuti. Jika Tarawih 20 Rakaat Dianggap Bid\u2019ah, Maka Tarawih Itu Sendiri Juga Bid\u2019ah Sebagian kelompok menyatakan bahwa shalat Tarawih harus 8 rakaat karena Rasulullah \ufdfa hanya melakukan shalat malam dalam jumlah tersebut. Namun, perlu dipahami bahwa: Kenapa? Jika Tarawih 20 rakaat disebut bid\u2019ah, maka shalat Tarawih sendiri juga harus dianggap bid\u2019ah, karena tidak pernah dilakukan secara rutin oleh Rasulullah \ufdfa dalam bentuk yang kita kenal sekarang. Dalil dari Umar bin Khattab r.a. tentang Tarawih 20 Rakaat Banyak riwayat menyebutkan bahwa Umar bin Khattab r.a. menetapkan shalat Tarawih berjamaah sebanyak 20 rakaat, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":467,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-466","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat - MTS NUR IMAN MLANGI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat - MTS NUR IMAN MLANGI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Ahmad Faozi, S.Psi., M.Pd.Sekretaris PW PERGUNU DIY Tarawih 20 Rakaat Berasal dari Ijma\u2019 Sahabat, Bukan Bid\u2019ah Dalam Islam, bid\u2019ah yang tercela adalah sesuatu yang tidak memiliki dasar dalam syariat dan bertentangan dengan ajaran Rasulullah \ufdfa serta para sahabatnya. Namun, praktik Tarawih 20 rakaat justru memiliki dasar yang kuat dari sahabat dan diterima oleh generasi berikutnya tanpa penolakan, sehingga tidak termasuk bid\u2019ah yang dilarang. Dalil dari Hadis Nabi \ufdfa &#8220;Wajib atas kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa\u2019 Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku.&#8221; (HR. Abu Dawud No. 4607, Tirmidzi No. 2676). Karena Umar bin Khattab r.a. menetapkan 20 rakaat, dan para sahabat menerimanya, maka ini termasuk sunnah yang harus diikuti. Jika Tarawih 20 Rakaat Dianggap Bid\u2019ah, Maka Tarawih Itu Sendiri Juga Bid\u2019ah Sebagian kelompok menyatakan bahwa shalat Tarawih harus 8 rakaat karena Rasulullah \ufdfa hanya melakukan shalat malam dalam jumlah tersebut. Namun, perlu dipahami bahwa: Kenapa? Jika Tarawih 20 rakaat disebut bid\u2019ah, maka shalat Tarawih sendiri juga harus dianggap bid\u2019ah, karena tidak pernah dilakukan secara rutin oleh Rasulullah \ufdfa dalam bentuk yang kita kenal sekarang. Dalil dari Umar bin Khattab r.a. tentang Tarawih 20 Rakaat Banyak riwayat menyebutkan bahwa Umar bin Khattab r.a. menetapkan shalat Tarawih berjamaah sebanyak 20 rakaat, dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"MTS NUR IMAN MLANGI\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-02T01:15:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-02T08:16:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/mtsnuriman.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Bahaya-Bidah-dalam-Agama.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"368\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/\"},\"author\":{\"name\":\"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta\",\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/person\/18a9ed689e33e21a2bbc67c712520a92\"},\"headline\":\"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat\",\"datePublished\":\"2025-03-02T01:15:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-02T08:16:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/\"},\"wordCount\":716,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/\",\"url\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/\",\"name\":\"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat - MTS NUR IMAN MLANGI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-03-02T01:15:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-02T08:16:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/\",\"name\":\"MTS NUR IMAN MLANGI\",\"description\":\"Mencetak Generasi Cerdas kreatif dan Berbudi Luhur\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#organization\",\"name\":\"MTS NUR IMAN MLANGI\",\"url\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-logo.png\",\"width\":600,\"height\":568,\"caption\":\"MTS NUR IMAN MLANGI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/person\/18a9ed689e33e21a2bbc67c712520a92\",\"name\":\"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/520bbe83102f6c6def4a37fcf22a8327b31b71fa234e70ee13db4d8e6a902702?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/520bbe83102f6c6def4a37fcf22a8327b31b71fa234e70ee13db4d8e6a902702?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/MTs-NUr-Iman-Mlangi-135441203752455\/\"],\"url\":\"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/author\/mts-nur-iman-mlangi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat - MTS NUR IMAN MLANGI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat - MTS NUR IMAN MLANGI","og_description":"Oleh: Ahmad Faozi, S.Psi., M.Pd.Sekretaris PW PERGUNU DIY Tarawih 20 Rakaat Berasal dari Ijma\u2019 Sahabat, Bukan Bid\u2019ah Dalam Islam, bid\u2019ah yang tercela adalah sesuatu yang tidak memiliki dasar dalam syariat dan bertentangan dengan ajaran Rasulullah \ufdfa serta para sahabatnya. Namun, praktik Tarawih 20 rakaat justru memiliki dasar yang kuat dari sahabat dan diterima oleh generasi berikutnya tanpa penolakan, sehingga tidak termasuk bid\u2019ah yang dilarang. Dalil dari Hadis Nabi \ufdfa &#8220;Wajib atas kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa\u2019 Ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku.&#8221; (HR. Abu Dawud No. 4607, Tirmidzi No. 2676). Karena Umar bin Khattab r.a. menetapkan 20 rakaat, dan para sahabat menerimanya, maka ini termasuk sunnah yang harus diikuti. Jika Tarawih 20 Rakaat Dianggap Bid\u2019ah, Maka Tarawih Itu Sendiri Juga Bid\u2019ah Sebagian kelompok menyatakan bahwa shalat Tarawih harus 8 rakaat karena Rasulullah \ufdfa hanya melakukan shalat malam dalam jumlah tersebut. Namun, perlu dipahami bahwa: Kenapa? Jika Tarawih 20 rakaat disebut bid\u2019ah, maka shalat Tarawih sendiri juga harus dianggap bid\u2019ah, karena tidak pernah dilakukan secara rutin oleh Rasulullah \ufdfa dalam bentuk yang kita kenal sekarang. Dalil dari Umar bin Khattab r.a. tentang Tarawih 20 Rakaat Banyak riwayat menyebutkan bahwa Umar bin Khattab r.a. menetapkan shalat Tarawih berjamaah sebanyak 20 rakaat, dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/","og_site_name":"MTS NUR IMAN MLANGI","article_published_time":"2025-03-02T01:15:31+00:00","article_modified_time":"2025-03-02T08:16:50+00:00","og_image":[{"width":700,"height":368,"url":"http:\/\/mtsnuriman.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Bahaya-Bidah-dalam-Agama.webp","type":"image\/webp"}],"author":"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/"},"author":{"name":"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta","@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/person\/18a9ed689e33e21a2bbc67c712520a92"},"headline":"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat","datePublished":"2025-03-02T01:15:31+00:00","dateModified":"2025-03-02T08:16:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/"},"wordCount":716,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#organization"},"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/","url":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/","name":"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat - MTS NUR IMAN MLANGI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#website"},"datePublished":"2025-03-02T01:15:31+00:00","dateModified":"2025-03-02T08:16:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/2025\/03\/02\/menjawab-tuduhan-bidah-terhadap-shalat-tarawih-20-rakaat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menjawab Tuduhan Bid\u2019ah terhadap Shalat Tarawih 20 Rakaat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#website","url":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/","name":"MTS NUR IMAN MLANGI","description":"Mencetak Generasi Cerdas kreatif dan Berbudi Luhur","publisher":{"@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#organization","name":"MTS NUR IMAN MLANGI","url":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-logo.png","contentUrl":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-logo.png","width":600,"height":568,"caption":"MTS NUR IMAN MLANGI"},"image":{"@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/person\/18a9ed689e33e21a2bbc67c712520a92","name":"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/520bbe83102f6c6def4a37fcf22a8327b31b71fa234e70ee13db4d8e6a902702?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/520bbe83102f6c6def4a37fcf22a8327b31b71fa234e70ee13db4d8e6a902702?s=96&d=mm&r=g","caption":"MTs Nur Iman Mlangi-Yogyakarta"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/MTs-NUr-Iman-Mlangi-135441203752455\/"],"url":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/author\/mts-nur-iman-mlangi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=466"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":475,"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/466\/revisions\/475"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsnuriman.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}