Sabtu, 04 Apr 2026
  • Selamat Datang di Madrasah Kami - Madrasah Berbasis Pesantren - Mencetak generasi cerdas, Kreatif dan berbudi luhur

Dokumen Operasional Kurikulum Merdeka BAB III

BAB III

PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN 

DAN RENCANA PEMBELAJARAN

A. PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

  1. MUATAN KURIKULUM

Kurikulum MTs Nur Iman Mlangi dikembangkan dengan memperhatikan empat ranah yaitu sosial-emosional, intelektual, keterampilan, dan perilaku dengan kompetensi spiritual sebagai payungnya, yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis tema atau integrated curriculum pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila,  Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Inggris, dan Informatika. Sedangkan untuk mata pelajaran Quran Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqih, SKI, Bahasa Arab, Seni dan Prakarya, Matematika, Bahasa Jawa, tahfidz, Aswaja/Ke-NU-an dan PJOK dilaksanakan dalam bentuk parsial. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan  dalam waktu 6 hari masuk madrasah.

Pelaksanaan proses pembelajaran MTs Nur Iman Mlangi dilaksanakan dalam dua  macam bentuk kegiatan, yaitu pembelajaran reguler dan blok. Pembelajaran reguler adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas secara rutin sedangkan sistem blok dilaksanakan sesuai event tertentu terutama dalam pembelajaran berbasis proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan pelajar rahmatan lil alamin.

Muatan kurikulum dalam satuan pendidikan memuat beberapa komponen antara lain muatan pembelajaran intrakurikuler, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan pelajar rahmatan lil alamin dan ekstra kurikuler.

a. Intrakurikuler

Intrakurikuler adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang ditempuh peserta didik. Adapun mata pelajaran yang diselenggarakan oleh MTs Nur Iman Mlangi adalah Pendidikan Agama Islam (Al Quran Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqh, SKI), Bahasa Arab, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Informatika, mata pelajaran pilihan (Seni Budaya dan Prakarya) serta mata pelajaran Bahasa Jawa, Aswaja/Ke-NU-an dan Tahfidz sebagai muatan lokal.

Muatan lokal merupakan bahan kajian pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksud untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah sekitar tempat tinggal yang mana madrasah tsanawiyyah merupakan sekolah yang berada di lingkungan pondok pesantren dan beraqidah ahlussunah wal jama’ah ala Nahdlatul Ulama. Muatan lokal MTs Nur Iman Mlangi sesuai dengan peraturan Gubernur Jawa Timur adalah Bahasa Daerah ( Bahasa Jawa) dan sesuai dengan corak has lingkungan Yayasan Nur Iman Mlangi yang berbasis pondok pesantren NU.

Strategi pelaksanaan pembelajaran Bahasa Jawa dan Aswaja/Ke-NU-an  sesuai dengan ketersediaan guru pengampu yaitu 2 jam pelajaran per minggu dengan berbasis pada budaya, tata nilai, dan kearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat untuk menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran bahasa Jawa diajarkan dengan memperhatikan aspek pragmatik, atraktif, rekreatif, dan komunikatif. Sedangkan mata pelajaran tahfidz dilaksankan dengan metode tahsin dan tahfidz yakni pengajaran tatacara baca sesuai hukum bacaan tajwid dan menghapal jus dan surat yang di tentukan. Untuk kelas VII menghapal jus 30, kelas VIII menghapal surat Hos (Yasin, Arrahman, Waqia’ah, tabarok, Al Kahfi dll).

Pembelajaran bahasa Jawa diarahkan supaya peserta didik memiliki kemampuan dan keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut dengan baik dan benar, secara lisan maupun tulisan serta menumbuhkembangkan apresiasi terhadap hasil karya sastra dan budaya Jawa. Kemudian tahfidz dijadikan syarat kelulusan dengan target yang telah di tentukan diatas.

Pembelajaran pada MTs Nur Iman Mlangi menekankan pada pembelajaran berbasis literasi dengan mengangkat nilai luhur budaya lokal dan mengacu pada tema-tema yang sudah ditentukan dalam capaian pembelajaran. Dalam pembelajaran berbasis literasi ini peserta didik diharapkan mampu untuk mengkreasikan ide/gagasan untuk memperoleh sebuah karya dalam bentuk tulisan. Pada akhirnya karya ini akan didokumentasikan dalam berbagai bentuk  ,                c      ontohnya buku, artikel, atau publikasi digital.

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis literasi dan numerasi ini tetap harus mengimplementasikan model dan sintak pembelajaran yang sudah ada diantaranya Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan model pembelajaran lain yang relevan. Adapun muatan kurikulum pada kegiatan intrakurikuler ada pada tabel 3.1

Tabel 3.1 Muatan/ Struktur Kurikulum

NOMata PelajaranKegiatan Regular (Intrakurikuler)per tahun (Minggu)Proyek Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil alamin (Ko Kurikuler)per tahunTotal per tahun
1Pendidikan Agama :    
Al Quran Hadits72 (2)36108
Akidah Akhlak72 (2)36108
Fikih72 (2)36108
SKI72 (2)36108
2  Bahasa Arab108 (3)36108
3Pendidikan Pancasila72 (2)36108
4Bahasa Indonesia180 (5)36108
5Matematika144 (4)36108
6IPA144 (4)36108
7IPS108 (3)36108
8Bahasa Inggris108 (3)36108
9PJOK72 (2)36108
10Informatika72 (2)36108
11Pilihan:Seni Rupa dan Prakarya 72 (2)   36 108
12Mulok:Bahasa JawaAswaja/Ke-NU-anTahfidz 72 (2)72 (2)72 (2)  363636  108108108 
 JUMLAH1440 (44)540 1620

b. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin

  1. Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama:

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia.

Pelajar dengan dimensi profil ini berarti pelajar tersebut mengamalkan nilai-nilai agama dan kepercayaannya sebagai bentuk religiusitasnya, percaya dan menghayati keberadaan Tuhan serta memperdalam ajaran agamanya yang tercermin dalam perilakunya sehari-hari sebagai bentuk penerapan pemahaman terhadap ajaran agamanya. Dalam usahanya memperkuat iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pelajar dengan profil ini juga menghargai segala bentuk ciptaan Nya, baik itu alam tempat tinggal, manusia lain, dan yang juga tidak boleh dilupakan, dirinya sendiri. Dengan menghargai hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, dirinya sendiri, orang lain, serta alam, maka seorang pelajar dapat memenuhi dimensi ini.

Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.

a.1. Akhlak Beragama.

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu ataupun memiliki:

  • Mengenal dan mencintai Tuhan Yang Maha Esa
  • Pemahaman agama/kepercayaan
  • Pelaksanaan ajaran agama/kepercayaan

a.2. Akhlak Pribadi

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu menunjukkan ataupun memiliki:

  • Integritas (sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dalam relasi dengan orang lain).
  • Merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual.

a.3. Akhlak kepada manusia

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu menunjukkan:

  • Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan
  • Berempati kepada orang lain

a.4. Akhlak kepada Alam

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu menunjukkan:

  • Menjaga lingkungan
  • Memahami keterhubungan ekosistem bumi

a.5. Akhlak bernegara

Dalam elemen ini seorang pelajar mmapu menunjukkan:

  • melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara
    • Berkebhinekaan Global

Pelajar dengan dimensi profil ini merupakan seorang pelajar yang berbudaya, memiliki identitas diri yang matang, mampu menunjukkan dirinya sebagai representasi budaya luhur bangsanya, serta terbuka terhadap keberagaman budaya daerah, nasional, global. Hal ini dapat diwujudkan dengan kemampuan berinteraksi secara positif antar sesama, memiliki kemampuan komunikasi interkultural, serta mampu memaknai pengalamannya di lingkungan majemuk sebagai kesempatan pegembangan dirinya. 

Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Berkebhinekaan Global:

b.1. Mengenal dan menghargai budaya 

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu:

  • Mendalami budaya dan identitas budaya
  • Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya
  • Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya

b.2. Komunikasi dan interaksi antar budaya

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu menunjukkan:

  • Berkomunikasi antar budaya
  • Mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif

b.3. Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu menunjukkan:

  • Melakukan refleksi terhadap pengalaman kebinekaan
  • Menghilangkan stereotip dan prasangka
  • Menyelaraskan perbedaan budaya

b.4. Berkeadilan Sosial.

Dalam elemen ini seorang pelajar mampu:

  • Turut serta aktif, membangun masyarakat yang adil, inklusif dan berkelanjutan
  • Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama
  • Memahami peran individu dalam demokrasi

c)  Gotong Royong

Seorang pelajar yang memiliki dimensi Gotong Royong berarti pelajar tersebut mampu berkolaborasi dengan orang lain dan secara proaktif mengupayakan pencapaian kesejahteraan dan kebahagiaan orang-orang yang ada dalam masyarakatnya. Pelajar tersebut juga sadar bahwa ia tidak hidup sendiri, memiliki kesadaran diri sebagai bagian dari kelompok, sehingga perlu ada usaha dari dirinya untuk membantu pencapaian kebahagiaan kelompoknya. 

Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Gotong Royong:

c.1. Kolaborasi

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu menunjukkan:

  • Kerjasama
  • Berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama
  • Menumbuhkan rasa saling ketergantungan positif (menyadari peran dirinya dan peran orang lain dalam kontribusinya dalam pencapaian tujuan kelompok)
  • Koordinasi Sosial (melakukan koordinasi demi pencapaian tujuan bersama)

c.2. Kepedulian

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu menunjukkan atau memiliki:

  • Tanggap terhadap lingkungan
  • Persepsi sosial (memahami dan menghargai lingkungan sosialnya, untuk memunculkan situasi yang sejalan dengan kesejahteraan lingkungan sosialnya)
  • Berbagi (memberi dan menerima segala hal yang
    penting bagi kehidupan pribadi dan bersama) 

d)  Mandiri

Seorang pelajar yang memiliki dimensi Mandiri berarti pelajar tersebut mempunyai prakarsa atas pengembangan diri dan prestasinya dan didasari pada pengenalan kekuatan serta keterbatasan dirinya serta situasi yang dihadapi, dan bertanggung jawab atas proses dan hasilnya. Pelajar yang memiliki dimensi ini juga mampu mengelola dirinya sendiri (pikiran, perasaan, tindakan) untuk mencapai tujuan pribadinya ataupun tujuan bersama.

Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Mandiri:

d.1. Pemahaman diri dan situasi

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu:

  • Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi.
  • Mengembangkan refleksi diri.

d.2. Regulasi Emosi

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu:

  • Menetapkan tujuan dan rencana strategis pengembangan diri dan prestasi
  • Memiliki inisiatif bekerja secara mandiri
  • Mengembangkan kendali dan disiplin diri
  • Percaya diri, resilien dan adaptif

e). Bernalar Kritis

Seorang pelajar yang memiliki dimensi Bernalar Kritis berarti pelajar tersebut mampu menggunakan kemampuan nalar dirinya untuk memproses informasi, mengevaluasinya, hingga menghasilkan keputusan yang tepat untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapinya. Pelajar tersebut mampu menyaring informasi, mengolahnya, mencari keterkaitan berbagai informasi, menganalisa serta membuat kesimpulan berdasarkan informasi tersebut. Dimensi ini juga berarti keterbukaan terhadap berbagai macam perspektif ataupun pembuktian baru (termasuk pada pendapatnya semula yang digugurkan oleh pembuktian baru ini). Keterbukaan ini pun mampu bermanfaat ke depannya karena menumbuhkan pelajar yang terbuka, mau mengubah pendapatnya, serta menghargai pendapat orang lain. 

Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Bernalar Kritis:

e.1. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Dalam elemen ini berarti seorang pelajar mampu:

  • Mengajukan pertanyaan (untuk mengumpulkan data yang akurat).
  • Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan.
  • Menganalisa dan mengevaluasi penalaran.
  • Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri.

f). Kreatif

Seorang pelajar yang memiliki dimensi kreatif berarti mampu memodifikasi, menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak untuk mengatasi berbagai persoalan baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk lingkungan di sekitarnya.

Berikut beberapa elemen dan sub elemen dari dimensi Kreatif:

  • Menghasilkan gagasan yang orisinal.
  • Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.
  • Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan.

Dalam usaha mewujudkan Profil Pelajar Pancasila ini, tentunya perlu peran pendidik untuk menuntun anak serta menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila ini. Peran pendidik yang pertama dalam terkait dengan Profil Pelajar Pancasila ini adalah mengenali dan menjalankan profil ini terlebih dahulu. Ketika seorang pendidik mencoba menjalankan profil ini, maka kemudian akan lebih mudah untuk pelajar mengikuti. Keteladanan seorang guru dalam menjalankan ini pastinya akan dilihat dan kemudian dipelajari oleh para pelajar. 

Profil Pelajar Pancasila ini juga tidak hanya diajarkan dalam mata pelajaran tertentu, namun terintegrasi dalam muatan pembelajaran. Ini berarti cakupan materi dan program yang akan diberikan kepada pelajar untuk dipelajari dalam proses pembelajaran mampu memunculkan aspek-aspek Profil Pelajar Pancasila dalam tiap mata pelajaran.

  • Pelajar Rahmatan Lil Alamin

Secara harfiah al-rahmat berakar pada kata al-rahman yaitu sikap kasih simpati yang mendorong untuk berbuat kebaikan kepada sesama makhluk. Sedangkan al-alamin diartikan sebagai kumpulan sejenis makhluk Allah yang hidup baik hidup sempurna maupun terbatas. Selanjutnya arti rahmatan lil alamin artinya memahami Al Qur’an dan hadits untuk kebaikan semua manusia, alam dan lingkungan.

Profil pelajar rahmatan lil alamin:

  1. Berkeadaban (taadub) yaitu menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas sebagai khoiru ummah dalam kehidupan manusia dan peradaban.
    1. Keteladanan (qudwah).
    1. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwathanah).
    1. Mengambil jalan tengah (tawasuth).
    1. Berimbang (tawazun).
    1. Lurus dan tegas (i’tidal).
    1. Kesetaraan (musawwah).
    1. Musyawarah (syura).
    1. Toleransi (tasamuh).
    1. Dinamis dan inovatif (tathawwur dan ibtikar).

Kegiatan proyek penguatan merupakan kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih memperdalam dan menghayati materi pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler     di dalam kelas. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Ada beberapa bentuk kegiatan penguatan Profil Pelajar Pancasila dan rahmatan lil alamin MTs Nur Iman Mlangi.

Pelaksanaan kegiatan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan rahmatan lil alamin MTs Nur Iman Mlangi dilaksanakan tiga kali dalam satu tahun pelajaran, yaitu  pada bulan Oktober 2023, Pebruari 2024 dan Mei 2024. Peserta didik harus menyelesaikan 3   tema di setiap tahun pelajaran. Tema yang diambil mengacu pada Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin dan penentuan pemilihan tema ditentukan melalui musyawarah antara guru pengampu mata pelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam penilaian. Proyek tersebut  merupakan kolaborasi antara beberapa mata pelajaran, namun dengan penilaian dan jenis proyek yang berbeda tiap mata pelajaran.

Alur/tahapan pelaksanaan proyek tiap mata pelajaran adalah sebagai berikut: 1) Penentuan tema proyek Profil Pelajar Pancasila dan rahmatan lil alamin tiap mata pelajaran dilaksanakan pada saat pembelajaran di kelas; 2) Tiap jenjang menentukan tema yang akan dipilih dengan didampingi guru mata pelajaran masing-masing kelas; 3) Guru mata pelajaran saling berkoordinasi untuk menentukan kolaborator yang sesuai; 4) Kelompok mata pelajaran kemudian mendesain proyek yang sesuai dengan tema yang dipilih; 5) Guru mata pelajaran kemudian merancang kisi-kisi, materi dan penilaian proyek beserta Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD).

Kegiatan proyek profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan mengacu pada model pembelajaran berbasis proyek (PJBL). Langkah kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini antara lain: 1) Mengambil topik yang sesuai  realita dengan menentukan pertanyaan mendasar untuk memulai proyek; 2) Mendesain pelaksaan proyek; 3) Menyusun jadwal proyek; 4) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek ;5) Menguji Hasil; 6) Mengevaluasi pengalaman yang sudah diperoleh oleh peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh guru mata pelajaran, pembina dan wali kelas dengan tetap melibatkan orang tua baik secara langsung maupun tidak langsung. Pihak madrasah mengadakan pemantauan terkait kegiatan proyek  tersebut.

Berikut adalah kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil alamin yang dirancang MTs Nur Iman Mlangi pada tahun pelajaran 2024/2024.

        Tabel 3.2 Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin

NOTEMABENTUKKEGIATANSASARANNILAI PPP / PRAMAPELTERINTEGRASI     WAKTU
1Kearifan LokalRo’an AkbarBazarZiarah Kubur Kreatif, gotong royong dan bernalar kritisSemua mata pelajaran (Pendidikan Pancasila,Quran Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, SKI, Matematika, IPA, IPS, Prakarya, Bhs. Indonesia, Bhs Inggris, Bhs Arab, Bhs. Jawa, Penjasorkes, dan Informatika, Aswaja)oktober 2023Minggu ke-3 dan 4
2Bangunlah Jiwa dan RaganyaKegiatan Lomba antar kelas (Olahraga, menghias kelas, poster dengan tema NAPZA)Pameran  (Luring/ daring)- Muhadhoroh 4 BahasaGotongRoyong,   kreatif, mandiri, bernalar kritisSemua mata pelajaran Pebruari  2024Minggu ke 4 -Setiap tgl 25 (Muhadhoroh 4 Bahasa)
3Kewirausahaan– Ekonomi  kreatif pembuatan batik khas Mlangi- Bazar luring atau daring melalui media sosial MTs Nur Iman MlangiBeriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, mandiri, kreatif dan inovatifSemua mata pelajaranMei 2024Minggu ke- 3 dan 4 

c. Kegiatan Pengembangan Diri melalui Kegiatan Pembiasaan

Pengembangan diri adalah merupakan pelayanan bantuan untuk peserta didik baik individu maupun kelompok agar berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, dan karir, melalui proses pembiasaan, pemahaman diri dan lingkungan untuk mencapai kesempumaan perkembangan diri.

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembetukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan ekstra kurikuler dan kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan pembiasaan.

a. Tujuan

Tujuan pengembangan diri adalah membantu memandirikan peserta didik dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minatnya. Membina dan menumbuhkan bakat, minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemandirian, kemampuan sosial, kemampuan belajar, wawasan dan perencanaan karir dan kemampuan pemecahan masalah.

Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, praktisi, atau alumni yang memiliki kualifikasi yang baik berdasarkan surat keputusan kepala sekolah.

b. Bentuk Pelaksanaan dalam Kegiatan Pembiasaan

Bentuk dan pola pelaksanaan pengembangan diri dan waktunya ada 2 macam:

  1. Terprogram

Kegiatan ini adalah kegiatan yang waktu dan jadwal kegiatannya disesuaikan dengan kebutuhan, substansi   dan kompetensi yang akan dicapai, serta situasi dan kondisi sekolah, yang meliputi:

  1. Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
  2. Latihan Dasar Kepemimpinan/MAKESTA IPNU-IPPNU.
  3. Kegiatan Ekstra Kurikuler dan Bimbingan Konseling (BK)
  4. Tidak Terprogram
  5. Rutin, yakni yang sifatnya pembentukan perilaku yaitu mengucapkan salam, bersalaman, membaca Al Qur’an setiap jam pelajaran pertama selama 10 menit, ibadah khusus keagamaan bersama, menjaga kebersihan dan kesehatan diri, infaq setiap hari Jum’at dan kebiasaan membaca di perpustakaan.
  6. Terjadwal yaitu upacara bendera, Sholat Dluha, Sholat Dluhur berjamaah, istighosah dan doa bersama.
  7. Spontan, yakni perilaku terpuji dalam kejadian khusus seperti memberi salam, kerja bakti/bakti sosial, takziah, membiasakan 5S1P (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun dan Peduli lingkungan), membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat, dan lain lain.
  8. Keteladanan, yakni perilaku yang dapat dijadikan contoh oleh orang lain sebagai model. Misal : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan keberhasilan orang lain, disiplin, datang tepat waktu.
  • Jadwal Pembiasaan

Tabel 3.3

Jadwal Pembiasaan

NoNama KegiatanKelasHariWaktu
1Terprogram   
 a. Bimbingan KonselingVII s/d IXSenin s/dSabtusesuai jadwal
 b. Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)VII s/d IXSesuai jadwalsesuai jadwal
 c. Kegiatan Pentas SeniVII s/d IXSesuai jadwalsesuai jadwal
2Tidak Terprogram   
 a. Rutin   
 Membaca Al Qur’anVII s/d IXSenin s/d Sabtu07.00 – 07.10
 Melaksanakan infaqVII s/d IXJum’atSebelum istirahat
 Menjaga Kebersihan Kelas dan LingkunganVII s/d IXSenin s/d Sabtusesuai jadwal
 Berdo’a bersama setiap awal dan akhir pelajaranVII s/d IXSenin s/d Sabtusesuai jadwal
 Berjabat tangan dengan guru setiap awal dan akhir pelajaranVII s/d IXSenin s/d Sabtusesuai jadwal
 Menjaga Kerapian BerpakaianVII s/d IXSenin s/d Sabtusesuai jadwal
 Berbicara sopan setiap saat kepada setiap warga sekolah    VII s/d IXSenin s/d Sabtusesuai jadwal
 Terjadwal   
 Upacara BenderaVII s/d IXSenin– 07.40
 Sholat dluha dan sholat dluhur berjamaahVII s/d IXSenin s.d Kamis, dan Sabtusesuai jdawal
 Istighosah dan doa bersamaVII s/d IXJumatSesuai jadwal
 Spontan   
 Membiasakan mengucap salam kepada setiap warga sekolah yang baru ditemuiVII s/d IXSenin s/d  SabtuSituasional
 Membiasakan membuang sampah pada tempatnyaVII s/d IXSenin s/d  SabtuSituasional
 Membiasakan mengatasi perbedaan pendapat dengan benarVII s/d IXSenin s/d SabtuSituasional
 Mengunjungi Teman yang sakitVII s/d IXSenin s/d SabtuSituasional
 Mengadakan Ta’ziahVII s/d IXSenin s/d SabtuSituasional
 Keteladanan   
 Memberi contoh berpakaian rapiVII s/d IXSenin s/d SabtuSituasional
 Memberi contoh datang dan pulang tepat waktu    VII s/d IXSenin s/d SabtuSituasional
 Memberi contoh hidup sederhana    VII s/d IXSenin s/d SabtuSituasional
 Memberi contoh memuji hasil karya orang lainVII s/d IXSenin s/d SabtuSituasional
 Memberi contoh bertutur kata yang baikVII s/d IXSenin s/d SabtuSituasional
  • Penilaian Pengembangan Diri Melalui Pembiasaan

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran, untuk itu dalam penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif (amat baik, baik, cukup, dan kurang). Satuan waktu penilaian adalah setiap akhir semester.

  • Standar Kompetensi SKUA

Bidang Kecakapan Kelas VII Semester Ganjil:

  1. Al Qur’an

Mampu Menghafal dengan benar:

  1. QS. Al Fatihah
    1. QS. An Nas
    1. QS. Al Falaq
    1. QS. Al Ikhlas
    1. QS. Al Fiil
    1. QS. Al ’Adiyat
    1. QS. An Nashr
    1. QS. Al Ma’un
    1. QS. Al Qori’ah
    1. QS. Al Kautsar
    1. QS. Al Humazah
    1. QS. Al Lahab
    1. QS. Al Kafirun
    1. QS. Al ’Ashr
    1. QS. Al Quraisy
    1. QS. At Takatsur
    1. QS. Al Bayyinah
    1. QS. Al Zalzalah
    1. Sampai An Naba’
      1. Akidah dan Akhlak

Mampu menjelaskan:

  1. Tata cara Taubat
  2. Adab qadaul-hajah
  • Fikih

Mampu Mempraktekkan:

  1. Tata cara thaharah dari najis
    1. Tata cara wudlu dan lafal niatnya
    1. Tata cara mandi besar dan lafal niatnya
    1. Tata cara tayamum
    1. Tata cara shalat fardlu
    1. Tata cara sujud sahwi
    1. Tata cara adzan dan iqamah
    1. Tata cara shalat berjamaah
      1. Dzikir dan Doa

Menghafal dengan benar:

  1. Do’a masuk dan keluar kamar mandi
    1. Do’a setelah wudlu
      1. Do’a setelah adzan
      1. Do’a iftitah
      1. Do’a qunut
      1. Do’a akan dan setelah tidur
      1. Dzikir dan do’a ba’da sholat
      1. Asmaul husna
    1. Al Qur’an dan Hadits
      1. Menghapal 5 Hadits (1-5 Hadits Arba’in)

Bidang Kecakapan Kelas VII Semester Genap:

  1. Al Qur’an

Mampu menghafal dengan benar:

  1. QS. Al Qodr
  2. QS. Al ’Alaq
  3. QS. At Tiin
  4. QS. Al Insyiroh
  5. QS. Asy Syamsi
  6. QS. Ad Dluha
  7. QS. Al Lail
  8. QS. Al Balad
  9. QS. Al Fajr
  10. QS. Al Ghosyiyah
  11. QS. Al A’la
  12. QS. At Thoriq
    1. Akidah dan Akhlak

Mampu menyebutkan:

  1. Nama-nama malaikat dan tugasnya
  2. Adab berada di masjid
  3. Adab menjenguk orang sakit
    1. Fikih

Mampu mempraktikkan dengan benar:

  1. Tata cara shalat jum’at dan lafal niatnya
  2. Tata cara shalat jenazah dan lafal niatnya
  3. Tata cara khutbah
  4. Tata cara shalat jamak dan lafal niatnya
  5. Tata cara shalat qashar dan lafal niatnya
  6. Tata cara shalat jamak-qashar dan lafal niatnya
  7. Tata cara shalat dalam keadaan sakit
  8. Tata cara shalat di atas kendaraan
    1. Dzikir dan Doa

Menghafal dengan benar:

  1. Do’a sujud
  2. Do’a duduk di antara 2 sujud
  3. Do’a tahiyyat ula
  4. Do’a tahiyyat akhirah
  5. Do’a sholat jenazah takbir ketiga
  6. Do’a sholat jenazah takbir keempat
  7. Do’a masuk dan keluar masjid
  8. Do’a menjenguk orang sakit
  9. Asmaul husna
    1. Al Qur’an dan Hadits
      1. Menghapal 5 Hadits (5-10 Hadits Arba’in)

Bidang Kecakapan Kelas VIII Semester Ganjil:

  1. Al Qur’an

Mampu menghafal dengan benar:

  1. QS. Al Waqi’ah
    1. Al Mulk
    1. Akidah dan Akhlak

Mampu menyebutkan:

  1. Nama-nama kitab suci beserta rasul penerimanya
  2. Adab makan dan minum
    1. Fikih

Mampu mempraktikkan dengan benar:

  1. Tata cara sujud syukur
  2. Tata cara sujud tilawah
  3. Tata cara puasa dan lafal niatnya
  4. Tata cara zakat dan lafal niatnya
    1. Dzikir dan Doa

Menghafal dengan benar dan fasih:

  1. Do’a sujud syukur
    1. Do’a sujud tilawah
      1. Do’a berbuka puasa
      1. Do’a sebelum dan sesudah makan
      1. Do’a khotmil qur’an
      1. Do’a berbuka puasa
      1. Do’a ba’da shalat dluha
      1. Asma’ul Husna
    1. Al Qur’an dan Hadits
      1. Menghapal 10 Hadits (10-20 Hadits Arba’in)

Bidang Kecakapan Kelas VIII Semester Genap:

  1. Al Qur’an

Mampu menghafal dengan benar:

  • Yasin
    • Arrohman
      • Akidah Dan Akhlak

Mampu menyebutkan dengan benar:

  1. Nama-nama 25 Rasul
  2. Adab berpakaian
  3. Adab dalam berhias
  4. Adabberpergian (musafir)
    1. Fikih

Mampu menjelaskan dengan benar:

  1. Tata cara haji dan umrah dan lafal niatnya
    1. Dzikir dan Doa

Menghafal dengan benar dan fasih:

  1. Lafal Talbiyah
    1. Doa bercermin
      1. Do’a keluar rumah
      1. Do’a  naik kendaraan
      1. Do’a naik kapal laut
      1. Do’a sampai tujuan safar
      1. Do’a ba’da shalat tarawih
      1. Do’a ba’da shalat witir
      1. Asmaul Husna 1-75
    1. Al Qur’an dan Hadits
  2. Menghapal 10 Hadits (20-30 Hadits Arba’in)

Bidang Kecakapan Kelas IX:

  1. Al Qur’an

Mampu menghafal dengan benar Jus 1

  • Akidah dan Akhlak

Mampu menyebutkan:

  1. Tanda-tanda kiamat
  2. Adab pergaulan pria dan wanita
  3. Adab bertamu dan menerima tamu
    1. Fikih

Mampu menjelaskan dengan benar:

  1. Tata cara memandikan jenazah
  2. Tata cara mengkafani jenazah
  3. Tata cara menguburkan jenazah
  4. Tata cara ziarah kubur
    1. Dzikir Dan Doa

Menghafal dengan benar dan fasih:

  1. Do’a menguburkan jenazah
  2. Do’a melewati atau masuk lokasi makam
  3. Do’a kafaratul majelis
  4. Do’a untuk kaum muslimin
  5. Asmaul Husna
    1. Al Qur’an dan Hadits
      1. Menghapal 10 Hadits (30-40 Hadits Arba’in)

d. Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler atau pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi madrasah. Kegiatan pengembangan diri dibawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepemimpinan, kelompok seni-budaya, kelompok tim olahraga, dan kelompok ilmiah remaja.

a. Jenis-Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan Ekstrakurikuler di Madrasah TsanawiyahMTs Nur Iman Mlangi terdiri dari:

  1. Ekstrakurikuler wajib adalah kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh Madrasah Tsanawiyah MTs Nur Iman Mlangi dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik (berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah)
  2. Pramuka

     Tujuan kegiatan Pramuka adalah:

  • Sebagai wahana untuk berlatih berorganisasi.
  • Melatih siswa agar terampil dan mandiri.
  • Melatih siswa untuk mempertahankan hidup.
  • Mengembangkan jiwa social dan peduli kepada orang lain.
  • Melatih siswa untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat.

Sasaran dari kegiatan pramuka ini adalah siswa Kelas VII, VIII, dan IX.

Tabel 3.4

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pramuka

Tingkat Penggalang Ramu

STANDAR KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR
1. Memiliki kecakapan kebangsaan 2. Memiliki kecakapan Pramuka3. Memiliki kecakapan sosial4. Melengkapi administrasi5. Memiliki kecakapan spiritual Mengenal bendera kebangsaan IndonesiaMenyanyikan lagu Indonesia RayaHafal PancasilaMembiasakan menggunakan bahasa Indonesia di pertemuan penggalangHafal Dasa Darma dan Tri SatyaMembiasakan salam PramukaMengenal lambang gerakan PramukaMengenal sruktur organisasi dalam gugus depanMengikuti latihan pasukan penggalang minimal 6 kali berturut-turutMelakukan baris-berbarisMenyampaikan berita secara lisanMengumpulkan data untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaanMembuat dan menggunakan simpul-simpulMenjamu tamu dengan baik (untuk putri)Membuat dua hasty karya (untuk putra)Memiliki buku tabunganMembayar uang iuran pada gugus depanMengucapkan syahadatMenyebutkan rukun iman dan Islam

Tingkat Penggalang Rakit

STANDAR KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR
1. Memiliki kecakapan kebangsaan2. Memiliki kecakapan sosial3. Memiliki kecakapan pramuka4. Memiliki ketrampilan5. Memelihara kesehatan6. Memiliki kecakapan spiritualMengenal lambang negara IndonesiaMenyanyikan lagu-lagu kebangsaanMengenal hari nasional dan pahlawan nasionalMengikuti kerja bakti gotong-royongMengenal sopan santun dalam pergaulanMengamalkan dasa darma dan Tri SatyaMengenal tanda pengenal PramukaDapat memimpin barisanMenggunakan isyarat morse dan semaphoreMengikuti latihan pasukan Penggalang Ramu minimal 10 kaliMemperbaiki kerusakan kecil alat rumah tanggaMemberi pertolongan pertama pada kecelakaanMemasak makanan di perkemahanMembuat peta lapangan dan sketsa pemandanganMengenal makanan yang bergiziMengenal jenis penyakit menularMemelihara tanaman berguna dan binatang ternakMembaca do’a harian

Tingkat Penggalang Terap

STANDAR KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR
1. Memiliki kecakapan kebangsaan2. Memiliki kecakapan sosial3. Memiliki kecakapan pramuka3. Memiliki kecakapan personal4. Memelihara kesehatan5. Memiliki kelengkapan administrasi6. Kecakapan spiritualMenyebutkan arti dan sejarah Sumpah PemudaBersungguh-sungguh mengamalkan PancasilaMengetahui tentang PBBMengenal tempat-tempat di kecamatanMengikuti kerja bakti di kampung, tempat ibadah serta pernah membantu lembaga seperti PMI, PKK, dan Karang TarunaMengikuti latihan pasukan sebagai Penggalang Rakit minimal 10 kali.Menaksir jarak, tinggi, luas, isi, berat dan suhuMembuat peta pitaMerencanakan dan mempersiapkan rapat kecilMembuat balai rumah yang sederhanaMenerapkan kebersihan dan kesehatan di perkemahan, rumah, dan lingkungannyaMelakukan olah raga atletik atau renang dan olah raga permainanMemiliki buku tabunganMembayar uang iuranMembantu jalannya administrasi keuangan gugus depannyaMemiliki minimal satu tanda Kecakapan KhususMenyebutkan hari-hari raya IslamBertindak sebagai imam dalam sholat berjamaah di perkemahan
  • Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan

Kegiatan ekstrakurikuler pilihan merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan dan diselenggarakan oleh Madrasah dan dapat diikuti oleh peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing.

Macam-macam kegiatan ekstrakurikuler pilihan adalah sebagai berikut :

  1. Bola Voli

Tujuan: Mengembangkan bakat, minat dan prestasi siswa dalam bidang olah raga bola voli, meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental siswa, serta mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi kegiatan Aksioma dan Porseni.

Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas VII dan VIII.

Tabel 3.5

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Bola Voli

STANDAR KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR
Mempraktikan teknik dasar bola voli 1. Melakukan berbagai teknik servis2. Melakukan berbagai teknik passing3. Melakukan berbagai teknik smash4. Melakukan berbagai teknik block5. Melakukan berbagai teknik dig6. Mengenal berbagai peraturan dalam bermain bola voli
  1. Seni Baca Al Qur’an (Tilawah)

Tujuan:

  1. Mengembangkan bakat, minat dan prestasi siswa dalam bidang seni baca Al Qur’an (Tilawah).
  2. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam seni baca Al Qur’an.
  3. Mempersiapkan siswa dalam lomba tilawah Al Qur’an (MTQ).

Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas VII dan VIII.

Tabel 3.6

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tilawah

STANDAR KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR
1. Tajwid   Makharijul hurufSifat Al hurufAhkan Al hurufAhkam Almad wal qasor
2. Fashohah  Ahkan Al waqof wal ibtida’Mura’at Al huruf Wal harokatMuro’at Al kalimat Wal ayat
3. Suara    3.1 Kejernihan / kebeningan3.2 Kehalusan3.3  Kenyaringan3.4 KeutuhanPengaturan nafas
4. Lagu dan bacaan  Lagu pertama Jumah lagu4.3 Perhatian, keutuhan, dan tempo laguIrama dan gaya4.5 Variasi

 

b.  Seni Hadrah

Tujuan :

  1. Mengembangkan bakat, minat dan prestasi siswa dalam bidang seni hadrah.
  2. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam seni hadrah.
  3. Mempersiapkan siswa dalam lomba seni hadrah.

Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas VII – VIII.

Tabel 3.7

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Hadrah

STANDAR KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR
Teknik memukul terbang/rebana          1.1 NikahanNikahan pukulan 1Nikahan pukulan 2Nikahan pukulan 31.2 AnakanAnakan pukulan 1Anakan pukulan 2Anakan pukulan 3Anakan pukulan 41.3 Variasi pukulan      – Variasi pukulan lagu cepat      – Variasi pukulan lagu lambat
Teknik vocal  2.1 Teknik pernafasan2.2 Vokal lagu rendah2.3 Vokal lagu tinggi
3. Teknik backing vokal  3.1 Terknik pernafasan3.2 Backing vokal lagu rendah3.3 Backing vokal lagu tinggi
4.  Teknik pementasan 5.  Praktik pementasan hadrah4.1 Pembuka4.2 Lagu pembukaSalam penutup

 

c. Karya Ilmiah Siswa (KIS)

Tujuan Umum:

Tujuan umum diselenggarakannya pembinaan ini adalah untuk mengembangkan sikap ilmiah peserta didik sehingga mampu bersikap dan bertindak berdasarkan proses ilmiah yang tercermin dalam sifat-sifat: berfikir sistematik, rasional, realistis, objektif, jujur, berani, terbuka, toleran, kreatif, kritis dan skeptic.

Tujuan Khusus:

  1. Meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai cara berfikir ilmiah.
    1. Meningkatkan pengetahuan mengenai prosedur penelitian ilmiah.
    1. Meningkatkan kepekaan peserta didik terhadap masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitarnya.
    1. Meningkatkan peran serta peserta didik dalam upaya memecahkan masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitarnya.
    1. Meningkatkan pengalaman peserta didik dalam melakukan penelitian tentang berbagai persoalan yang menarik minatnya.

Sasaran dari kegiatan ini dalah siswa kelas VII – VIII.

Tabel 3.7

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar KIS

STANDAR KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR
Menerapkan konsep dan prinsip dasar Penelitian Ilmiah Mendeskripsikan hakekat Penelitian IlmiahMenerapkan bahasa sebagai sarana berfikir IlmiahMenerapkan penulisan Karya Ilmiah
Menerapkan konsep dan prinsip dasar Penelitian Ilmiah KualitatifMenyusun rancangan penelitianMenyusun usulan (proposal) penelitianMenyusun laporan penelitian
Menerapkan konsep dan prinsip dasar Penelitian Ilmiah KuantitatifMelakukan pengumpulan dataMelakukan pengolahan data

 

d. Seni Musik

Tujuan:

  1. Menumbuhkembangkan kepekaan estetik  yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan nalar, selain kecerdasan emosi, sosial, spiritual, bahasa, dan motorik dalam bidang studi seni budaya khususnya seni musik.
    1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang musik dan olah vokal.
    1. Meningkatkan kepribadian yang mantap dan mandiri dalam bermusik dan berolah vokal.
    1. Meningkatkan eksistensi siswa di bidang seni musik baik dalam lingkup internal maupun eksternal.

Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas VII – VIII.

Tabel 3.8

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Seni Musik

STANDAR KOMPETENSIKOMPETENSI DASAR
Memahami berbagai laguMenentukan jenis lagu yang diperdengarkanMengidentifikasi elemen-lemen musik, irama, tempo, nada, diamika dari beragam laguMengidentifikasi lagu  yang didengar berdasarkan fungsi sosialnya
Mengapresiasi berbagai karya seni musicMenuliskan/mengutarakan keunikan/keindahan dan pesan dari lagu yang didengar
Menerapkan berbagai keterampilam dalam bermusikTerampil memainkan berbagai alat musikTerampil melakukan olah vokal sebagai penyanyi

e. Olimpiade/KSM Training Center

Tujuan:

  1. Mempersiapkan peserta didik untuk menjadi tutor sebaya di kelasnya masing – masing
    1. Melatih peserta didik memecahkan masalah yang berat
    1. Mempersiapkan peserta didik dalam mengikuti olimpiade/KSM tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat

Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa terpilih berdasarkan hasil seleksi di kelas VII dan VIII pada bidang Matematika, IPA, IPS, kebahasaan, dan keagamaan serta mata pelajaran lain yang memungkinkan.

f. Tahfidh

Tujuan:

  1. Menumbuhkan kesadaran peserta didik agar membiasakan membaca dan menghafal Al-Qur’an
  2. Menumbuhkan sikap pentingnya terhadap kelancaran membaca dan menghafal Al-Qur’an
  3. Menanamkan kepada peserta didik untuk berakhlakul Qur’ani
  4. Melaksanakan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas
  5. Melaksanakan dan meningkatkan visi Madrasah yang pertama, menjadikan ajaran dan nilai-nilai Islam sebagai pandangan hidup, sikap dan ketrampilan hidup dalam kehidupan sehari-hari
  6. Lulusan MTs Nur Iman Mlangi program tahfidh dapat melanjutkan ke pondok pesantren favorit terutama dalam menghafal Al-Qur’an dan memahami Al-Qur’an serta melanjutkan ke MAN.

Sasaran siswa kelas VII, VIII dan IX yang berminat.

Target:

Hafal Al Qur’an minimal 3 juz dalam waktu 3 tahun selama belajar MTs Nur Iman Mlangi.

g. Paskibra

Tujuan:

  1. Mempersiapkan siswa untuk menjadi petugas upacara pada peringatan hari besar nasional baik di tingkat lokal, daerah, atau wilayah.
  2. Mempersiapkan siswa untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh Kepolisian

Materi:

  1. Pengenalan PBB
    1. Kedisiplinan

Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas VII, VIII, dan IX yang akan menjadi petugas upacara pada hari Senin.

h. Jurnalistik

Tujuan:

  1. Memberikan wawasan tentang dasar-dasar jurnalistik.
  2. Membekali siswa tentang teknik reportase dan wawancara beserta praktiknya.
  3. Membekali siswa tentang teknik penulisan artikel di media massa beserta praktiknya.
  4. Membekali siswa tentang teknik penulisan fiksi  beserta praktiknya.
  5. Membekali siswa tentang teknik penulisan puisi beserta praktiknya.
  6. Yang terpenting dari semua itu adalah agar siswa memiliki keleluasaan melatih diri dalam mengekspresikan kehendak dan opininya di setiap waktu dan tempat dalam bentuk karya tulis sehingga diharapkan mereka memiliki keterampilan lebih yang bisa digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan untuk kepentingan orang banyak.

Materi pelatihan:

  1. Writing motivation
  2. Dasar-dasar jurnalistik.
  3. Pengenalan jenis-jenis tulisan di media massa.
  4. Teknik reportase dan wawancara.
  5. Menulis diary (buku harian) sebagai tangga pertama menjadi seorang penulis.
  6. Belajar menulis fiksi.
  7. Belajar menulis puisi.
  8. Apresiasi karya.
  9. Evaluasi.

i. Seni Lukis dan Kaligrafi

Tujuan:

  1. Menumbuhkembangkan kepekaan estetik siswa
  2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa di bidang lukis dan kaligrafi
  3. Meningkatkan kepribadian yang mandiri dalam melukis dan membuat kaligrafi
  4. Meningkatkan eksistensi siswa di bidang seni lukis dan kaligrafi baik dalam lingkup  internal maupun eksternal

Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa kelas VII dan VIII.

Tabel 3.9

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Seni Lukis dan Kaligrafi

KOMPETENSI INTIKOMPETENSI DASAR
Memahami berbagai lukisan dan kaligrafiMenentukan jenis lukisan/ kaligrafi Mengidentifikasi unsur-unsur rupa seperti garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang dan gelap terang dari beragam lukisan/kaligrafi
Mengapresiasi berbagai karya seni lukis/kaligrafiMenuliskan/mengutarakan keunikan/keindahan dan makna dari karya seni lukis/kaligrafi
Menerapkan berbagai keterampilan dalam melukis dan membuat kaligrafiTerampil membuat karya lukis dengan berbagai bahan dan teknikTerampil membuat  karya kaligrafi dengan berbagai bahan dan teknik

 

j. Tari Saman

Ekstrakurikuler Tari Saman merupakan sebuah wadah bagi siswa/i MTs Nur Iman Mlangi yang bertujuan mengasah rasa dan mengembangkan bakat yang dimiliki oleh siswa,ekstrakurikuler Tari Saman di MTs Nur Iman Mlangi  wajib untuk semua siswi kelas VII s/d IX.

Maksud dan Tujuan ekstrakurikuler tari saman ini adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai wadah memperkenalkan kebudayaan Aceh (Islami) dalam bentuk Tarian Saman.
  2. Sebagai bentuk penyaluran Bakat dan Minat siswa/i yang berkeinginan bergabung dalam tari saman yang diwujudkan dalam bentuk Apresiasi dan aplikasi.
  3. Sebagai Estrakurikuler yang mampu bersaing secara kompetitif dalam perlombaan-perlombaan dan kejuaraan – kejuaraan kesenian tari tradisional.
  4. Sebagai Ekstrakurikuler yang turut mempromosikan sekolah dan Aktif berpartisipasi dalam event – event besar di sekolah.

Tabel 3.12

Jadwal Kegiatan Ekstra Kurikuler

NoNama KegiatanHariWaktuPembina
1TahfidhSenin-Sabtu14.45 – 15.45Riyani, AH
2HadrahSenin14.00 – 15.30Sigit Priyanto, S.Pd.
3Tari SamanRabu14.00 – 15.30Ikfina Dzakiya
4Seni Musik Senin14.00 – 15.30Aminullah, MH.
5PaskibraSabtu14.00 – 15.30Abd. Rohim, S.Pd.
6MTQSelasa14.00 – 15.30Irvan Fauzi, S.Ag.
7Silat/pagar NusaSabtu14.00 – 15.30Riyadlul Athwari, S.Kom
10Karya Ilmiah SiswaRabu dan Sabtu13.45 – 15.45Ahmad Faozi
11Olimpiade (OTC)Senin –Sabtu13.45 – 14.45Abd. Rohim, S.Pd.Ery Wiyandari, SEJuwita, S.Pd.
12Seni TariSelasa14.00 – 15.30Giyanti, S.Pd.
13Seni Lukis dan KaligrafiRabu14.00 – 15.30Irvan fauzy, S.Ag.
14PramukaJum’at14.00 – 15.30-Abd. Rohim, S.Pd.Sigit Priyanto, S.Pd.
15Paduan SuaraKamis14.00 – 15.30Wahyu Widayati, S.Pd,I
16JurnalistikRabu14.00 – 15.30Nanang Musafa, S.Ag
17InformtikaSenin – Sabtu14.00 – 15.30Ainun Najib, S.Kom.Riyadlul Athwari, S.Kom.
18TeaterSabtu14.00 – 15.30Kak IwanAbd. Rohim

Kegiatan ektrakurikuler dinilai dan dilaporkan secara berkala (setiap akhir semester) kepada Kepala Madrasah melalui wakil kepala madrasah bidang kurikulum dan orang tua dalam bentuk nilai kualitatif  A, B, C, atau D beserta deskripsi kemampuan yang telah dicapai.

e. Bimbingan Konseling

Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dari proses pendidikan memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam pengembangan kualitas manusia Indonesia yang telah diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional di dalam: Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 yaitu: 1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 2) berakhlak mulia, 3) memiliki pengetahuan dan keterampilan, 4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani, 5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, serta 6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut.

Dengan demikian, pendidikan yang bermutu adalah suatu proses yang menghantarkan peserta didik ke arah pencapaian perkembangan diri yang optimal. Hal ini karena peserta didik sedang berkembang ke arah kematangan atau kemandirian.

Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri merupakan bantuan untuk peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan dan konseling pribadi, sosial, belajar dan karir, melalui berbagai jenis pelayanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling MTs Nur Iman Mlangi disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, yang menyatakan bahwa Layanan Bimbingan dan Konseling memiliki tujuan membantu Konseli mencapai perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh dalam aspek pribadi, belajar, sosial, dan karir. Sebagai upaya memperjelas dan mempermudah dalam pencapaian tujuan yang telah menjadi keputusan atau kesepakatan bersama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan pada umumnya. 

  1. Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling
  2. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.
  3. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
  4. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah / madrasah dan belajar secara mandiri.
  5. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
    1. Prinsip-prinsip Layanan Bimbingan dan Konseling
  6. Diperuntukkan bagi semua dan tidak diskriminatif.
  7. Merupakan proses individual.
  8. Menekankan pada nilai yang positif
  9. Merupakan tanggung jawab bersama antara kepala satuan pendidikan, konselor atau guru bimbingan dan konseling, dan pendidik lainnya dalam satuan pendidikan.
  10. Mendorong konseling untuk mengambil dan merealisasikan keputusan secara bertanggungjawab.
  11. Berlangsung dalam berbagai latar kehidupan.
  12. Merupakan bagian integral dari proses pendidikan.
  13. Dilaksanakan dalam bingkai budaya Indonesia.
  14. Bersifat fleksibel dan adaptif serta berkelanjutan.
  15. Dilaksanakan sesuai standar dan prosedur profesional bimbingan dan konseling
  16. Disusun berdasarkan kebutuhan konseling.
    1. Tujuan layanan Bimbingan Konseling
  17. Konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan yang dimaksud agar peserta didik mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri serta menerima secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut.
  18. Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan, dimaksud agar peserta didik mengenal secara obyektif terhadap lingkungan, baik lingkungan sosial dan ekonomi, lingkungan budaya yang syarat dengan nilai dan norma-norma, maupun lingkungan fisik dan menerima berbagai lingkungan itu secara positif dan dinamis pula.
  19. Memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Tujuan pelayanan bimbingan dan konseling di madrasah secara khusus adalah tercapainya perkembangan peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar yang dimiliki dengan mengembangkan tugas perkembangan.
    1. Fungsi Layanan Bimbingan dan Konseling
    1. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
    1. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
    1. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
    1. Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
    1. Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.
    1. Asas-asas konseling meliputi asas : 1) kerahasiaan, 2) Kesukarelaan, 3) keterbukaan, 4) kekinian, 5) kemandirian, 6) kegiatan, 7) kedinamisan, 8) keterpaduan, 9) kenormatifan, 10) keahlian, 11) alih tangan dan 12) tut wuri handayani.Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling
  20. Layanan Orientasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, seperti lingkungan satuan pendidikan bagi peserta didik baru, dan obyek-obyek yang perlu dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran di lingkungan baru yang efektif dan berkarakter.
  21. Layanan Informasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/ jabatan, dan pendidikan lanjutan secara terarah, objektif dan bijak.
  22. Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, peminatan/lintas minat/pendalaman minat, program latihan, magang, dan kegiatan ekstrakurikuler secara terarah, objektif dan bijak.
  23. Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan dalam melakukan, berbuat atau mengerjakan sesuatu yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan tuntutan kemajuan dan berkarakter cerdas yang terpuji, sesuai dengan potensi dan peminatan dirinya.
  24. Layanan Konseling Perorangan, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menuntaskan masalah pribadinya melalui prosedur perseorangan.
  25. Layanan Bimbingan Kelompok, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji melalui dinamika kelompok.
  26. Layanan Konseling Kelompok, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan penuntasan masalah yang dialami sesuai dengan tuntutan karakter – cerdas yang terpuji melalui dinamika kelompok.
  27. Layanan Konsultasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara – cara atau perlakuan yang perlu dilaksanakan kepada pihak ketiga sesuai dengan tuntutan karakter – cerdas yang terpuji.
  28. Layanan Mediasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan dengan pihak lain sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.
  29. Layanan Advokasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang membantu peserta didik untuk memperoleh kembali hak-hak dirinya yang tidak diperhatikan dan/atau mendapat perlakuan yang salah sesuai dengan tuntutan karakter cerdas dan terpuji.

f. Program Prioritas

  1. Tahfidzul Qur’an

Program unggulan MTs Nur Iman Mlangi yang tak kalah penting ialah Tahfidzul Qur’an. Dengan adanya program tahfidz, seluruh siswa (santri) dapat memupuk dirinya dengan semangat qur’ani, sehingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter dan berpegang teguh terhadap Al-Qur’an, karena bagaimanapun Al-Quran adalah relevansi Mahakarya yang berisikan firman Allah Swt. Hal ini tidak diragukan lagi guna menjawab berbagai macam tantangan zaman yang semakin kompleks. Termasuk tantangan dalam membentuk pribadi yang berkepercayaan diri tinggi dan menciptakan generasi islami nan qur’ani. Setiap tahunnya Mts Nur Iman Mlangi selalu melahirkan siswa (santri) tahfidzul quran bil ghoib sebagai salah satu bentuk representasi dari 4 program unggulan.

Adapun metode yang dilakukan untuk kesuksesan program tahfidz adalah sebagai berikut:

  1. Tahfidz masuk dalam pelajaran muatan lokal
    1.  Kolaborasi dengan program literasi yaitu dengan melakukan tadarus bersama setiap sebelum KBM
    1. Bekerja sama dengan pondok pesantren dengan mewajibkan santri wajib asrama
      1. Gerakan Literasi Madrasah (GELEM)

Gerakan Literasi Madrasah (GELEM) merupakan bagian dari Gerakan Ayo Membangun Madrasah (GERAMM) yang dicanangkan oleh Kementerian Agama Jawa Timur Tahun 2018.

Program prioritas untuk mendukung program Gerakan Literasi Madrasah (GELEM) yang dicanangkan oleh MTs Nur Iman Mlangi adalah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan madrasah yang warganya literat sepanjang hayat.

  1. Tujuan:
  2. Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis peserta didik di madrasah.
  3. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan madrasah agar literat.
  4. Mampu menghasilkan karya tulis baik berupa fiksi dan nonfiksi yang diterbitkan
    1. Bentuk Kegiatan:
  5. Pojok Baca.
  6. Kunjungan ke perpustakaan.
  7. Lomba membaca dan menulis (fiksi dan nonfiksi).
  8. Penerbitan majalah dinding (mading) secara berkala.
  9. Penerbitan majalah sekolah ber-ISSN secara berkala.
  10. Penerbitan buku ber-ISBN.
    1. Sasaran

Seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX

2. Pengaturan Beban Belajar

Kurikulum MTs Nur Iman Mlangi dikembangkan dengan memerhatikan empat ranah yaitu sosial-emosional, intelektual, keterampilan, dan perilaku dengan kompetensi spiritual sebagai payungnya, yang dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran berbasis integrated curriculum pada semua mata pelajaran. Pelaksanaan  pembelajaran dilaksanakan                                              dalam waktu 6 hari masuk madrasah.

Muatan kurikulum dalam satuan Pendidikan memuat beberapa komponen antara lain muatan pembelajaran Intrakurikuler, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan lil alamin, Pengembangan diri, program unggulan, serta ekstrakurikuler.

Pengaturan beban belajar dan muatan pembelajaran MTs Nur Iman Mlangi diatur                              sebagai berikut.

                    Tabel 3.13 Pengaturan Beban Belajar dan Muatan Pembelajaran

NOMUATAN PEMBELAJARANBEBAN BELAJARPENGATURAN
1.  Intrakurikuler  WajibBeban belajar ini memuat semua mata pelajaran yang bersifat nasional.Materi pembelajaran setiap mata pelajaran mengacu pada Capaian  Pembelajaran.Diatur dalam kegiatan reguler.
 TambahanMemuat mata pelajaran Bahasa Jawa yang sesuai karakterisrik Provinsi Jawa Timur.Diatur dalam kegiatan reguler.
2.Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin WajibMuatan pembelajaran mengacu pada 7  tema proyek Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin.Diatur dalam kegiatan proyek.Dilaksanakan dalam sistem blok
3EkstrakurikulerTambahanMemiliki muatan yang menjadi kebutuhan  menyalurkan bakat dan minat peserta didik MTs Nur Iman Mlangi.Diatur dalam kegiatan di luar kegiatan        reguler dan proyek PPP
4PembiasaanTambahanMemiliki tujuan untuk menanamkan penghayatan peserta didik terhadap pengamalan ajaran agamanya dan akhlakul karimahDiatur dalam kegiatan pra pembelajaran dan diwaktu-waktu tertentu diluar jam pembelajaran intra kurikuler.
5Program PrioritasTambahanMemiliki muatan yang menjadi prioritas dan icon MTs Nur Iman Mlangi.Diatur dalam kegiatan di luar kegiatan        reguler dan proyek PPP

Sedangkan pembagian alokasi waktu per tahun bisa dilihat pada tabel 3.1. Pengaturan alokasi waktu perminggu sesuai dengan Permendikbud tentang Prinsip  Dasar Kurikulum Operasional Madrasah adalah total 31 jam pelajaran tatap muka tiap minggu sudah termasuk mata pelajaran muatan lokal 2 jam pelajaran sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur. Adapun pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan minimal  20% dari total waktu pembelajaran yang ada.

3. Program Inklusi

Program inklusi adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti     pendidikan    atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Dengan latar belakang tujuan untuk menerapkan pendidikan untuk semua, MTs Nur Iman Mlangi menempatkan diri sebagai madrasah inklusi, yang menerima peserta didik dengan berbagai latar belakang kemampuan diri. Dalam memfasilitasi program tersebut MTs Nur Iman Mlangi merencanakan program inklusi dengan cara pembimbingan individu pada peserta didik yang berkebutuhan khusus, baik akademik maupun non-akademik dengan melibatkan berbagai pihak. Pihak tersebut diantaranya orang tua dan pembimbing khusus. Diharapkan peserta didik yang berkebutuhan khusus mampu mengembangkan kemampuan yang mereka miliki. Evaluasi dari kegiatan ini direncanakan tiap semester oleh dewan guru dan pihak- pihak yang berkompeten.

  • Kriteria Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas peserta didik ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan  berbagai  aspek  yang  telah  disepakati  oleh  seluruh warga MTs Nur Iman Mlangi, seperti minimal kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan  peraturan lainnya yang berlaku di MTs Nur Iman Mlangi. Peserta didik MTs Nur Iman Mlangi dinyatakan naik kelas apabila memenuhi syarat:

  1. Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi syarat sebagai   berikut :
  2. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti.
  3. Kenaikan kelas dipertimbangkan berdasarkan nilai laporan hasil belajar semester II.
  4. Kriteria kenaikan kelas:
    1. siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, hasil belajar/tujuan Pembelajaran (TP), kompetensi dasar/Capaian pembelajaran (CP) pada hampir semua mapel.      

(Boleh tidak tuntas sebanyak tiga mata pelajaran selain mata pelajaran kelompok agama, serta bahasa Indonesia)

  1. memiliki nilai minimal Baik untuk aspek kepribadian, kelakuan, dan kerajinan serta pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia  pada semester yang diikuti.
    1. ketidakhadiran tanpa izin maksimal 15% dari jumlah hari efektif
  2. Siswa dinyatakan harus mengulangdi kelas yang sama bila :
    1. Memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta bahasa indonesia.
    1. Jika peserta didik tidak tuntas lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun ajaran.
  3. Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai siswa untuk semua indikator, KD/CP yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.
  4. Jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil, bisa dibantu untuk mencapai kompetensi yang ditargetkan.
  5. Kelulusan

Berdasarkan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor: 0011/P/BSNP/XII/2011 Tentang Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK

  1. Kelulusan dari satuan pendidikan

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran yaitu memiliki rapor semester 1 sampai 6;
  2. Memperoleh nilai minimal cukup pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; dan
  3. Mengikuti ujian madrasah semua mata pelajaran.
  • Mutasi Peserta DidikMutasi Masuk

Mutasi ke dalam MTs Nur Iman Mlangi

Peserta didik dari luar madrasah/madrasah dapat mutasi ke MTs Nur Iman Mlangi dengan ketentuan sebagai berikut:

Menyampaikan surat permohonan dari wali / orang tua peserta didik

Berasal dari Madrasah Tsanawiyah Negeri atau Berasal dari Madrasah Tsanawiyah Swasta kelas VII dan VIII.

Dari SMPIT yang nilai Akreditasinya minimal B dan menempati kelas VII.

Memiliki rapor sesuai dengan jenjang kepindahannya serta jenjang sebelumnya.

Nilai rapor termaksud di atas semuanya telah mencapai ketuntasan.

Memiliki Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari madrasah asal & bukan karena dikembalikan kepada orang tua.

Memenuhi kewajiban administrasi madrasah.

Tidak terlibat dan tidak menjadi anggota organisasi terlarang, geng, dan organisasi terlarang lainnya dengan menandatangi Surat Kesanggupan bermaterai.

Sanggup menaati peraturan dan tata tertib MTs Nur Iman Mlangi dengan menandatangi Surat Kesanggupan

Memiliki kompetensi keagamaan dan Qur’an, sama dengan masing-masing tingkat.

  • Mutasi keluar MTs Nur Iman Mlangi

Mutasi diberlakukan terhadap peserta didik dengan kriteria :

Atas pengajuan diri wali peserta didik atau peserta didik itu sendiri.

Selama 2 kali berturut-turut tidak naik pada tingkat kelas yang sama.

Melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh madrasah

Menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi.

Tidak Masuk sekolah berturut selama satu bulan ( 30 Kali Tanpa keterangan )

Uji coba selama 3 bulan, jika tidak ada perubahan maka dikembalikan

Sesuai dengan ketentuan tata tertib MTs Nur Iman Mlangi

Penilaian

Penilaian yang dilaksanakan di MTs Nur Iman Mlangi adalah penilaian otentik yang mencakup penilaian diri, penilaian teman sejawat, jurnal, penilaian berbasis portofolio, penilaian proyek, penilaian unjuk kerja, penilaian harian, kegiatan tengah semester, penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun dan ujian madrasah.

Penilaian hasil belajar peserta didik di MTs Nur Iman Mlangi didasarkan prinsip–prinsip sebagai berikut.

  1. Obyektif artinya penilaian berbasis pada standard dan tidak dipengaruhi faktor subyektifitas penilaian.
    1. Terpadu artinya penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran dan berkesinambungan.
    1. Ekonomis artinya penilaian yang efesien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya.
    1. Transparan artinya prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
    1. Akuntabel artinya penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal madrasah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
    1. Edukatif artinya mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

Penilaian hasil belajar MTs Nur Iman Mlangi mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi dan kompetensi mata pelajaran.

Teknik dan Instrumen Penilaian yang digunakan MTs Nur Iman Mlangi adalah sebagai berikut :

  1. Penilaian Kompetensi Sikap

Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri dan penilaian antar peserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.

  • Penilaian Kompetensi Pengetahuan.

Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan,dan penugasan. Penugasan berupa tugas terstruktur dan dan tugas mandiri tidak terstruktur.

  • Penilaian Kompetensi Keterampilan.

Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui kinerja yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menugaskan tes praktik, projek dan penilaian portofolio, instrument yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.  Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan. Yang pertama substansi yang mempresentasikan kompetensi yang dinilai. Kedua, konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrument yang digunakan. Ketiga, penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

  • Kalender Akademik

Kalender akademik adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran, yang mencakup permulaan tahun pelajaran, waktu belajar, libur madrasah, jadwal kegiatan dalam kalender akademik. Dengan adanya kalender akademik guru dapat merancang jadwal kegiatan selama satu semester sehingga mempermudah guru untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar.

  1. Permulaan Tahun Pelajaran

Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di MTs Nur Iman Mlangi menyusun kalender akademik untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun pelajaran.

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran pada tahun pelajaran 2023/2024 adalah tanggal 18 Juli 2023. Tanggal 18 Juli 2023 sampai 20 Juli 2023 digunakan untuk kegiatan Masa Ta’aruf Santri Baru Madrasah (MATSAMA/MASTASIBA). Tanggal 10 Juli 2023 sampai 12  Juli 2023 dijadwalkan untuk penyusunan perangkat mengajar. Murid kelas VIII dan IX pada 18 Juli 2023 mencatat jadwal pelajaran dan pembentukan pengurus kelas oleh wali kelas masing-masing yang dilanjutkan dengan pelajaran.

  • Waktu Belajar

Minggu efektif belajar untuk satu tahun pelajaran adalah 45 minggu efektif yang terbagi menjadi 23 minggu efektif untuk semester ganjil dan 22 minggu efektif untuk  semester genap. Namun minggu efektif semester genap untuk kelas IX adalah 15 minggu. Jumlah minggu efektif ini termasuk pekan-pekan penilaian yang terdiri dari penilaian harian, kegiatan tengah semester, penilaian akhir semester ganjil dan penilaian akhir tahun.

Waktu pembelajaran efektif tatap muka enam hari dalam seminggu, yaitu hari Senin sampai dengan Sabtu. Pada hari Senin, Selasa, dan Rabu waktu belajar dimulai pukul 07.00 dan diakhiri pukul 13.25. Pada hari Kamis dan Sabtu waktu belajar dimulai pukul 07.00 dan diakhiri pukul 12.45. Pada hari Jum’at waktu belajar dimulai pukul 07.00 dan diakhiri pukul 10.45. Waktu pembelajaran menggunakan sistem semester yang dibagi  menjadi dua semester, yaitu semester ganjil dan semester genap.

Rincian Minggu Efektif Semester 1 Tahun Pelajaran 2023/2024

Berdasarkan Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2023/2024, rencana awal semester tahun pelajaran 2022/2023 dimulai pada tanggal 10 Juli 2023 dan berakhir pada 15 Desember 2023.

Jumlah Hari Efektif Belajar Sekolah/Madrasah dalam Tahun Pelajaran 2023/2024 sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) hari, sebanyak-banyaknya 245 (dua ratus empat puluh lima) hari.

Jumlah minggu efektif Semester 1 Tahun Pelajaran 2023/2024 sebanyak 25 (dua puluh lima) minggu dan minggu tidak efektif sebanyak 19 (sembilan belas) minggu, dengan rincian sebagai berikut.

Tabel Jumlah Minggu dalam Satu Semester

 No Nama Bulan Jumlah MingguMinggu Keterangan
Tidak EfektifEfektif
1Juli 2023413
2Agustus505
3September404
4Oktober404
5November413
6Desember440
Jumlah25619 

Tabel Minggu Tidak Efektif

NoUraian KegiatanJumlah (Minggu)Keterangan
1Libur Semester 2 TP 2022/20231Juli, Minggu ke – 1
2Penilaian Tengah Semester 11September, Minggu ke-1
3Penialain Akhir Tahun1November, Minggu ke-1
4Remidi dan Pengayaan1Desember, Minggu ke-1
5Pengolahan dan Pembagian Rapor1Desember, Minggu ke-2
6Libur Semester 1 TP 2023/20242Desember, Minggu ke-3 dan 4
Jumlah6 

Sedangkan perkiraan perkiraan hari libur umum semester 1 tahun pelajaran 2023/2024 adalah sebagai berikut:

  1. Tahun Baru Hijriah : Rabu, 19 Juli 2023
  2. Hari Kemerdekaan RI Ke-78 : Kamis, 17 Agustus 2023
  3. Maulid Nabi : Kamis, 28 September 2023
  4. Hari Raya Natal : Senin, 25 Desember 2023

Jadwal kegiatan tersebut bersifat perkiraan dan dapat diatur serta disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing serta tetap berpedoman pada kalender pendidikan yang berlaku. Kemudian lebih Princi akan di paparkan di Kalender Akademik madrasah 2023/2024.

TABEL 3.14

WAKTU BELAJAR PESERTA DIDIK

HariJumlah Jam PelajaranWaktu Belajar
Senin807.00 – 13.30  
Selasa907.00 – 13.30
Rabu907.00 – 13.30
Kamis807.00 – 12.50
Jum’at607.00 – 10.45
Sabtu807.00 – 12.50
Jumlah48 jam pelajaran 

TABEL 3.15

ALOKASI WAKTU KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

NoJam KeSeninJam KeSelasa – RabuJam KeKamis dan sabtuJam KeJum’at
1Up07.00 – 07.40Tad07.00 – 07.10Tad07.00 – 07.10Tad07.00 – 07.10
2Tad07.40 – 07.50107.10 – 07.50107.10 – 07.50107.10 – 07.45
3107.50 – 08.30207.50 – 08.30207.50 – 08.30207.45 – 08.20
4208.30 – 09.10308.30 – 09.10308.30 – 09.10308.20 – 08.55
5309.10 – 09.50409.10 – 09.50409.10 – 09.50408.55 – 09.30
6409.50 – 10.30Ist09.50 – 10.05Ist09.50 – 10.05Ist09.30 – 09.45
7Ist10.30 – 10.45510.05 – 10.45510.05 – 10.45509.45 – 10.15
8510.45 – 11.25610.45 – 11.25610.45 – 11.25610.15 – 10.45
9611.25 – 12.05711.25 – 12.05711.25 – 12.05  
10712.05 – 12.45812.05 – 12.45812.05 – 12.45  
11812.45 – 13.25912.45 – 13.25    

Keterangan:

  1. Jam ke-0 pada hari Senin digunakan untuk pembiasaan bela negara (upacara bendera) dilanjutkan dengan tadarus Al Qur’an.
    1. Jam ke-0 pada hari Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at dan Sabtu digunakan untuk pembiasaan tadarus Al Qur’an.
  1. Libur Madrasah

Libur MTs Nur Iman Mlangi ditetapkan berdasarkan libur madrasah yang ditentukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mlangi, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mlangi.

Libur tersebut meliputi libur umum, libur hari besar, libur permulaan puasa, libur sekitar hari raya, libur semester ganjil, dan libur semester genap.

TABEL 3.16

RINCIAN LIBUR MADRASAH TAHUN PELAJARAN 2023/2024

NoBULANTANGGAL
LULHBLPPLHRLS1LS2
1Juli 202352
2Agustus 202341
3September 20234
4Oktober 202351
5November 20234
6Desember 2023416
7Januari 202441
8Februari 202441
9Maret 2024413
10April 2024528
11Mei 202443
12Juni 2024424
13Juli 2024313

Keterangan:

LU : Libur Umum LHR : Libur Sekitar Hari Raya

LS1 : Libur Semester Ganjil LHB : Libur Hari Besar

LS2 : Libur Semester Genap LPP : Libur Permulaan Puasa

  • Jadwal Kegiatan dalam Kalender akademik

Jadwal dalam kalender akademik dibagi menjadi beberapa kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah minggu efektif belajar, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, efektif fakultatif, hari libur keagamaan dan libur hari besar nasional.

TABEL 3.17

JADWAL KEGIATAN DALAM KALENDER AKADEMIK

TAHUN PELAJARAN 2024/2024

NoKegiatanAlokasi WaktuKeterangan
1Minggu efektif belajar45 mingguDigunakan untuk pembelajaran efektif.
2Jeda antar semester1 mingguAntara semester ganjil dan genap.
3Libur akhir tahun pelajaran3 mingguDigunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran.
4Efektif fakultatif3 hariPuasa bulan Ramadhan
5Hari libur keagamaan dan Hari Besar Nasional17 hariHari raya idul fitri, hari raya qurban, hari natal, hari raya nyepi,  hari raya waisak, imlek, tahun baru masehi, maulid nabi, isro’ mi’roj, wafat isa al-masih, kenaikan isa al masih, hari kemerdekaan RI

TABEL 3.18

JUMLAH HARI EFEKTIF, EFEKTIF FAKULTATIF, DAN HARI LIBUR 

SEMESTER GANJIL

NoBULANJMEHESLULHBEF
1Juli 202321152
2Agustus 202352641
3September 20234264
4Oktober 202342551
5November 20235264
6Desember 202332141
JUMLAH23135265

TABEL 3.19

JUMLAH HARI EFEKTIF, EFEKTIF FAKULTATIF, DAN HARI LIBUR

SEMESTER GENAP

NoBULANJMEHESLULHBEF
1Januari 202342641
2Februari 202342341
3Maret 202342341
4April 2023212523
5Mei 202352443
6Juni 202332042
JUMLAH2212825103

KETERANGAN:

JME : Jumlah Minggu Efektif LU : Libur Umum

US/UM : Ujian Semester/Ujian Madrasah LHB : Libur Hari Besar

HES : Hari Efektif Sekolah LS : Libur Semester

HEF : Hari Efektif Fakultatif LPP : Libur Permulaan Puasa

HET : Hari efektif terganggu LHR : Libur Hari Raya     

TABEL 3.20

RINCIAN REKAPITULASI JUMLAH HARI EFEKTIF

SEMESTER GANJIL

NoBulanJumlah HariJumlah
SeninSelasaRabuKamisJumatSabtuMinggu Efektif
1Juli2222212
2Agustus5544445
3September444554
4Oktober5444444
5November4554445
6Desember3334443
 Jumlah Hari23232223232123 Minggu
 TABEL 3.21RINCIAN REKAPITULASI JUMLAH HARI EFEKTIFSEMESTER GENAP
NoBulanJumlah HariJumlah
SeninSelasaRabuKamisJumatSabtuMinggu Efektif
1Januari5544444
2Februari4444434
3Maret4444434
4April2222132
5Mei4553435
6Juni3333443
 Jumlah Hari22232220212022

TABEL 3.22

RENCANA KEGIATAN AKADEMIK SEMESTER GANJIL

TAHUN PELAJARAN 2023 – 2024

KELAS VII, VIII, DAN IX

 
NONAMA KEGIATANWAKTUKET
1Masuk awal tahun pelajaran baru17 Juli 2023 
2Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama)18 – 20 Juli 2023 
3Penyusunan Perangkat Pembelajaran06 – 16 Juli 2023 
4Penyerahan Perangkat Pembelajaran18 – 29 Juli 2023 
5Upacara 17 Agustus 202317 Agustus 2023 
6Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila20 – 31 Oktober 2023Project Based Learning
7Penilaian Akhir Semester Ganjil1 Desember – 9 Desember 2023 
8Tes SKUA10 Desember 2023Oleh wali kelas
9Penanggalan Rapor semester ganjil24 Desember 2023 
10Libur Semester Ganjil26 sampai 31 Desember 2023 
    
 TABEL 3.23RENCANA KEGIATAN AKADEMIK SEMESTER GENAPTAHUN PELAJARAN 2023 – 2024KELAS VII DAN VIII
NONAMA KEGIATANWAKTUKET
1Awal masuk Semester Genap02 Januari 2024 
2Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila20 – 28 Pebruari 2024Project Based Learning
3Libur Permulaan Puasa23 Maret – 25 Maret 2024 
4Hari Efektif Fakultatif17 – 19 April 2024 
5Pondok Ramadlan26 Maret – 1 April 2024 
6Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila22 – 31 Mei 2024Project Based Learning
7Penilaian Akhir Tahun2 Juni – 10 Juni  2024 
8Tes SKUA  kelas 7 dan 812 Juni 2024Oleh wali kelas
9Penyetoran nilai paling akhir19 Juni 2024 
10Rapat Kenaikan Kelas20  Juni 2024 
11Cetak Rapor RDM21 – 22 Juni 2024 
12Pembagian Rapor Akhir Tahun24 Juni   2024 
13Penanggalan Rapor semester genap23 Juni 2024 
14Libur Hari Raya24 April – 29 Mei  2024 
15Libur Semester Genap26 Juni – 15 Juli 2024 

A. Rencana Pembelajaran

Rencana pembelajaran disusun untuk merencanakan proses pembelajaran dengan terperinci. Rencana pembelajaran disusun oleh guru sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Rencana pembelajaran disusun supaya proses pembelajaran lebih tertata sesuai dengan alur pembelajaran yang sudah direncanakan. Rencana pembelajaran MTs Nur Iman Mlangi terdiri atas Silabus/ Alur Tujuan Pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) / Modul Ajar yang disusun sesuai ketentuan dan mudah dipahami.

Silabus/ Alur Tujuan Pembelajaran  MTs Nur Iman Mlangi disusun dalam bentuk matriks yang memuat alur tujuan pembelajaran, materi ajar, kegiatan pembelajaran, penilaian dan sumber belajar.

  1. Alur tujuan pembelajaran berfungsi mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasi dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, terarah dan terukur.
  2. Materi ajar merupakan materi pokok yang telah disusun pada alur tujuan pembelajaran.
  3. Kegiatan pembelajaran dikemas secara umum sebagai acuan untuk menyusun rencana pelaksaanaan pembelajaran/ modul ajar.
  4. Penilaian merupakan penilaian otentik yang memadukan dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan selama dan setelah proses pembelajaran. Sumber belajar dipilah sesuai kebutuhan peserta didik dan merupakan sumber belajar yang mudah digunakan, berbasis lingkungan, dan mendukung pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) / Modul Ajar MTs Nur Iman Mlangi disusun sesuai dengan aturan terbaru yang sudah ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan Islam dan merujuk pada SE Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 14 tahun 2019. Ada tiga unsur utama yang termuat dalam RPP yaitu: 1) Tujuan pembelajaran; 2) Langkah-langkah pembelajaran; dan 3 ) Penilaian. 

Tujuan pembelajaran merupakan penerjemahan tujuan capaian  pembelajaran yang dapat terukur pencapaian dan keberhasilannya. Langkah kegiatan pembelajaran menggambarkan keseluruhan aktivitas yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran pun diintegrasikan untuk penumbuhan dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, Penilaian merupakan proses mengukur ketercapaian selama proses pembelajaran. Penilaian ini mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.

B. Pendampingan, Evaluasi, Dan Pengembangan Profesional

Evaluasi dibutuhkan untuk melihat sejauh mana ketercapaian, kesesuaian tujuan, dan keselarasan di dalam pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi yang berkembang. Terkait dengan hal itu, MTs Nur Iman Mlangi menempuh kegiatan yang tertuang dalam tabel berikut:

Table 3.24

Bentuk dan Teknik pendampingan dan Pengembangan Profesional

Bentuk Pendampingan danPengembangan ProfesionalTeknis Pendampingan dan Pengembangan Profesional  Waktu SDM yang Terlibat    Keterangan
PendampinganCoaching bagi guru Per tahunGuru pemula, Guru yang ditunjuk, Kamad 
Coaching program- program terbaruMenyesuaika nGuru Mapel, KamadTim Madrasah sebagaipenyelenggara
Supervisi KelasPer semesterGuru, KamadSebagai PenilaianKinerja Guru
Pengembangan Profesi GuruPelatihanPengembangan Keprofesian Berkelanjutan Per tahunSemua guru, Pengawas, Kamad Rutinitas
Pelatihan-pelatihanMenyesuaika nGuru, KamadMandiri, Lintas sektoral terkait
Bentuk EvaluasiStrategi dalam EvaluasiMenyesuaikanSDM yang terlibatHasil Penilaian
Evaluasi Pembelajaran danEvaluasi Kurikulum Operasional MadrasahMenggunakan jurnal      harian, dan penilaian sikapPer hariGuru, orang tua  peserta didik orangtua,BK,lingkunganDari capaian pembelajaran, angket pesertadidik
Mengaktifkan Paguyuban KelasPer bulanGuru, peserta didik, Orang tua, KamadEvaluasi Program danpelaksanaan Pembelajaran
Assesmen formatifPer unit               belajarGuru, peserta didik, orang tuaDari capaian pembelajaran, angket murid
Assesmen formatif, portofolioPer semesterGuru, peserta didik, orangtua, BK, lingkunganDari capaian pembelajaran,angket peserta didik
Assesmen formatif, portofolio, Evaluasi Diri MadrasahPer tahunGuru, peserta didik,  orangtua, BK, lingkungan, komiteDari capaian pembelajaran, angket peserta didik, kuisioner orang tua
Evaluasi Program- Program MadrasahMonitoring kegiatan dari pelaksanaan, pelaporan, tindak lanjut kegiatanSetiap selesai kegiatanGuru, Komite, Kamad, PengawasPelaksanaan Program disesuaikan dengan harapan adanya pemerataanperan

Ahmad Faozi, MPd. (Kurikulum Mts Nur Iman Mlangi)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR